Kamis, 17 Maret 2011 13:01 WIB News Share :

Menlu
Pengadilan ulang kasus Sumiati digelar pekan depan

Jakarta (Solopos.com) — Pengadilan ulang kasus penganiayaan TKW Sumiati binti Salan Mustapa akan digelar Senin (21/32011). Pemerintah Indonesia bertekad memperjuangkan agar Sumiati mendapat keadilan.

“Saya dengar hari Senin tetapi harus dikonfirmasi ulang,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai menghadiri pelepasan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) ke Jepang di kantor Kemenko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2011).

Marty mengatakan, Sumiati menjadi lambang dan menjadi contoh permasalahan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi sangat rentan.

“Kita semua masyarakat dan pemerintah memprotes keras yang telah terjadi pada Sumiati. Oleh karena itu, kita berjuang sunggung-sungguh Insya Allah beliau memperoleh keadilan karena jelas rasa keadilan kita terusik jika majikan ini dibiarkan bebas,” papar Marty.

Dijelaskan dia, keputusan mahkamah banding agar pengadilan di tingkat pertama diulang kembali bukan berarti berkas yang diajukan itu ditolak.

“Jadi bukan apa yang dituduh, dibebaskan. Pengadilan diulang kembali, mahkamah banding mengatakan hakim pada tahapan pertama tidak memenuhi persyaratan,” kata Marty.

Pemerintah terus memberikan bantuan hukum kepada Sumiati. Saat ini, Sumiati dalam perlindungan konsulat. Setelah dari rumah sakit kondisi Sumiati juga jauh lebih baik.

“Bagi kita faktanya jelas, si majikan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tindakannya yang tidak berperikemanusiaan dan kita berkeyakinan Insya Allah proses lebih lanjut akan membawa lebih baik dengan dihukumnya majikan ini,” kata dia.

Ketika ditanya apabila pengadilan diulang kemungkinan majikan Sumiati dihukum lebih rendah, Marty menjawab segala kemungkinan terbuka. “Pertama kan tiga tahun, itu pun sudah kita ajukan banding. Kita anggap itu tidak adil. Perlu diketahui proses pengadilan di Arab berbeda dengan negara lain. Jadi, kita harus bekerja ulet dan bekerja keras,” ujarnya.

Marty menegaskan pemerintah menghormati apa pun keputusan Sumiati jika ingin menempuh jalan damai. “Untuk itu pengawalan dan perlindungan pemerintah terhadap Sumiati sangat penting. Jadi apa pun yang dipilih Sumiati akan dihormati. Tetapi, kita ingin Beliau mengerti, memahami betul apa yang menjadi haknya,” kata pria berkacamata ini.

(dtc/try)

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…