Kamis, 17 Maret 2011 12:33 WIB News Share :

Menlu
48 WNI di lokasi rawan radiasi direlokasi ke KBRI Tokyo

Jakarta (Solopos.com) — Radiasi yang kemungkinan terus menyebar akibat meledaknya PLTN Fukushima membuat orang-orang yang tinggal di Jepang panik. Pemerintah Indonesia berusaha menenangkan warganya dengan merelokasi WNI yang tinggal dekat dengan pusat ledakan.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, WNI yang tinggal di daerah paling rawan radiasi dipindahkan ke KBRI di Tokyo. Hingga kini, sudah ada 48 WNI yang direlokasi ke tempat yang lebih aman.

“Sudah ada dua kloter relokasi hari ini, yang kami terima 15 orang dari dekat pusat radiasi nuklir dan 33 orang pekerja wanita yang bekerja di pabrik pengolahan ikan di daerah Kesennuma di Provinsi Miyagi,” katanya.

Hal itu disampaikan Marty di Kemenko Kesra di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2011). Marty mengatakan, untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah Indonesia tidak hanya memindahkan WNI yang tinggal di jarak 10-20 km dari Fukushima. WNI yang tinggal lebih jauh dari jarak itu juga dievakuasi.

“KBRI kita ambil langkah-langkah antisipatif, jadi tidak merelokasi bukan hanya di wilayah 10-20 km dari Fukushima, bahkan lebih dari itu pun sudah dipindahkan,” kata Marty.

Radiasi yang kemungkinan dipancarkan akibat PLTN Fukushima menjadi perbincangan dunia. Pemerintah Prancis bahkan mengklaim tingkat radiasi di Jepang sudah level enam untuk skala tujuh. Sangat berbahaya!

Sementara itu Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) mengatakan keadaan darurat nuklir di PLTN Fukushima, Jepang sangat serius. Meski begitu untuk saat ini, krisis nuklir tersebut masih bisa dikendalikan.

Amerika Serikat juga menyatakan hal senada. AS bahkan mengerahkan pakar-pakar untuk memonitor nuklir di Jepang. Namun pihak Jepang masih menyatakan radiasi masih dalam level aman.

(dtc/try)

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…