Kamis, 17 Maret 2011 16:12 WIB News Share :

Indonesia tetap akan bangun pembangkit nuklir

Jakarta (Solopos.com) — Meski beberapa negara mengkhawatirkan ancaman radiasi akibat energi nuklir, Indonesia tetap akan melanjutkan pembangunan teknologi tersebut. Rencananya tahun 2025, masyarakat Indonesia bisa menikmati manfaat energi alternatif itu.

“Didalam PP nomor 5 tahun 2006, pembangkit tenaga nuklir itu energi alternatif pada tahun 2025. Jadi pada tahun itu, 1 persen kebutuhan energi akan dipenuhi oleh nuklir,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), Marzan A Iskandar.

Hal itu disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertahanan dengan Menteri Riset dan Teknologi, di kantor Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Kamis (17/3/2011).

Namun mengingat bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang yang berimbas adanya ancaman radiasi, pembangunan teknologi nuklir di Indonesia akan lebih dilakukan secara hati-hati.

“Setelah melihat bencana di Jepang kita jauh lebih waspada dalam membangun pembangkit listik tenaga nuklir. Rencana itu kita teruskan tapi dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi,” imbuhnya.

Menurutnya, lokasi yang pas dan tengah dikaji kembali untuk pembangunan tersebut adalah di Bangka Belitung, Sumatera Selatan. Tempat itu dinilai berdasarkan statistik tidak pernah terjadi gempa sehingga dianggap aman.

“Saat ini yang ditingkatkan kajian teknologinya. Mana teknologi yang paling aman, mana yang kuat menghadapi bencana gempa pada level seperti apa. Kemungkinan terjadi kegagalan operasi, resikonya seperti apa,” ujarnya.

Ia mengaku dirinya was-was akan tanggapan negara lain atas pembangunan teknologi ini. Namun dengan alasan energi alternatif tersebut bisa membangkitkan listrik lebih banyak maka rencana akan tetap dilanjutkan. Meski untuk itu ada risikonya, ia berjanji akan berusaha meminimalisirnya.

“Masa depan kita ada pada energi nuklir sehingga kita perlu mempersiapkan dan mengembangkan teknologi ini,” tutupnya.

(dtc/try)

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…