Kamis, 17 Maret 2011 19:42 WIB Klaten Share :

"AW bikin bom hanya untuk gagah-gagahan"

Klaten (Solopos.com)--Kuasa hukum AW, 17, Nurlan SH menduga kuat bahwa kliennya memang seorang yang membikin bom rakitan di sejumlah lokasi. Namun, bom rakitan yang dibikin AW bukan dimaksukan untuk menebar teror, melainkan hanya sebatas kenakalan anak remaja.

“Namanya juga anak muda, bom rakitan itu bukan digunakan untuk merusak tempat ibadah tapi hanya gagah-gahan saja,” terangnya ketika ditemui Espos seusai persidangan perkara terorisme di Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Kamis (17/3).

Dalam persidangan tersebut, sebanyak sepuluh saksi dihadirkan. Namun, keterangan dari sepuluh saksi tersebut, kata Nurlan, hanya menceritakan kronologi ditemukannnya rangkaian dugaan bom. Bahkan, tegasnya, saksi tidak tahu siapa yang menaruh bom di halaman Kantor Mapolsek Pasar Kliwon, di gereja baik di Manjung, Ngawen, Klaten maupun gereja di Polanharjo, Klaten.

“Kemungkinan keterangan saksi lain pada sidang berikutnya akan sama dengan keterangan pada sidang Kamis (17/3/2011) ini,” paparnya.

Nurlan sangat yakin bahwa AW tidak terlibat dalam jaringan kelompok terorisme tertentu. Apa yang dilakukan AW, imbuhnya, merupakan kenakalan remaja pada umumnya. Sehingga, kenakalan yang dilakukan AW, menurut Nurlan, tak perlu dikaitkan secara berlebihan dengan serangkaian aksi terorisme di sejumlah lokasi. Apalagi sampai dikaitkan dengan sejumlah jaringan terorisme tertentu di negeri ini.

asa

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…