Kamis, 17 Maret 2011 21:00 WIB Ekonomi Share :

2012, Kementerian dan Lembaga dapat jatah Rp 457,6 triliun

Jakarta (Solopos.com)-– Pemerintah mengajukan anggaran awal untuk Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 457,6 triliun di 2012. Angka ini berarti naik Rp 24,9 triliun dibandingkan anggaran tahun ini yang sebesar Rp 432,7 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana ketika ditemui di halaman parkir Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/3/2011).

“Pagu indikatif awal belanja K/L tahun 2012 sebesar Rp 457,6 triliun terdiri dari dua bagian yaitu belanja mengikat dan belanja tidak mengikat. Belanja mengikat meliputi gaji, operasional kantor, dan sebagainya,” tutur Armida.

Armida mengatakan, dirinya beserta Menteri Keuangan akan menyampaikan pagu indikatif ini pada 28 Maret 2011. Nanti akan disebutkan prioritas anggaran di masing-masing K/L sesuai dengan arahan presiden.

“Nanti mereka (K/L) akan mendapatkan pagu indikatif setelah tanggal 28 Maret 2011, kemudian bersama-sama Bappenas dan Kemenkeu, akan menyusun yang betul-betul program prioritas. Karena kalau mengikat nggak bisa, karena sudah diambil,” jelas Armida.

Disampaikan Armida, Presiden SBY menyampaikan empat arahan terkait penggunaan anggaran di 2012. Pertama adalah peningkatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Termasuk Papua, Papua Barat, dan NTT.

Kemudian, penguatan program-program pro rakyat seperti air bersih. Ketiga, penambahan sarana Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan). Lalu terakhir, rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah pasca bencana seperti di Wasior, Mentawai, dan Merapi.

detik.com

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…