Kamis, 17 Maret 2011 23:23 WIB Solo Share :

10 KK di Keprabon terancam digusur

Solo (Solopos.com) — Warga Kampung Keprabon Kulon, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo mengaku terpaksa menandatangani berita acara penyerahan bantuan Rp 20,5 juta sebagai ganti rugi pembongkaran rumah mereka.
Ekasanti, 22, warga setempat kepada Espos, Kamis (17/3/2011), mengakui semua warga menandatangani berita acara penyerahan bantuan Rp 20,5 juta sebagai ganti rugi pembongkaran rumah mereka. Namun begitu, kata Eka, semua warga menandatangi berita acara dalam keadaan terpaksa karena batas waktu dari Pemerintah Kelurahan Keprabon cukup mepet.

“Akhir April harus sudah bersih. Tentu kami juga memiliki ketakutan. Kalau kami tidak nurut nantinya malah diusir paksa dan justru tidak mendapatkan ganti rugi. Sekarang warga kecewa dengan keputusan ini lantaran uang itu tak cukup untuk membangun kediaman baru,” keluh Eka.

Sebenarnya warga berharap Pemkot Solo mengupayakan relokasi 10 keluarga yang menempati delapan rumah di belakang Kantor Kelurahan Keprabon. Namun, permintaan relokasi tersebut ditolak oleh Walikota Solo, Joko Widodo. Menurut Walikota, untuk melaksanakan relokasi prosesnya cukup lama karena harus melalui mekanisme yang panjang dari membentuk tim khusus, mencarikan lahan baru, dan sebagainya.

(mkd)

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…