Rabu, 16 Maret 2011 08:42 WIB News Share :

Usai teror bom, Polisi kirim patroli pantau rumah Ketum PP

Jakarta (Solopos.com) — Polisi mengamankan rumah Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Japto S Soerjosoemarno di Jl Jalan Benda, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menyusul ancaman teror bom buku yang diterima Japto.
“Kita kirim 1 unit patroli, 3 orang, patroli di sekitar situ,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol H Sianturi saat dihubungi, Rabu (16/3/2011).

Sementara itu pantauan di rumah Japto yang megah, tidak tampak penjagaan ekstraketat. Rumah besar dua lantai dengan gerbang kayu dan halaman luas hanya dijaga sejumlah sekuriti yang berdiam di pos mereka di dalam kompleks rumah.

Petugas yang berjaga enggan berbicara banyak saat ditanya insiden paket bom. “Enggak ada apa-apa di sini, enggak ada yang ngancam. Siapa yang berani,” kata penjaga itu.

Tidak lama dia memanggil seorang petugas kepolisian yang juga berjaga di rumah Japto untuk membuktikan ucapannya. “Tanya nih sama polisi, apa ada ancaman bom,” ujar pria itu.

Petugas kepolisian berseragam itu lalu memberi penjelasan. Dia menyatakan, tidak ada ancaman bom dan keluarga Japto sedang pergi keluar kota.

Japto mendapat kiriman paket bom pada Selasa (15/3/2011). Model bom berbentuk buku. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar, Japto melaporkan ke Polda Metro Jaya pada pukul 21.00 WIB. Tim Jihandak segera mengamankan bom itu.

(dtc/try)

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…