Rabu, 16 Maret 2011 12:28 WIB Ekonomi Share :

Sesi I, IHSG terkoreksi 22 poin

Jakarta (Solopos.com)--Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 22 poin atas ancaman tingginya inflasi akibat harga minyak yang terus melonjak. Selain itu, Bank Indonesia juga menilai harga pangan masih menjadi ancaman.

Membuka perdagangan, Rabu (16/4/2011), IHSG naik tipis 7,495 poin (0,21%) ke level 3.531,978. Indeks tidak terpengaruh oleh teror bom yang terjadi di tanah air dan menyusul Bursa Jepang yang rebound cukup tinggi.

Namun sayangnya, penguatan indeks ini tidak bertahan lama. Hanya beberapa menit berselang, IHSG langsung masuk ke zona merah serta sempat mendarat di posisi terendahnya di 3.493,610.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu, IHSG terkoreksi 22,862 poin (0,65%) ke level 3.501,621. Sementara Indeks LQ 45 turun 5,458 poin (0,87%) ke level 623,845.

Kekhawatiran akan tingkat inflasi yang tinggi baik di dalam negeri maupun regional membuat investor kembali tidak pede dalam berinvestasi. Salah satu faktor pemicunya adalah semakin tingginya harga minyak dunia.

Penanam modal banyak melepas saham-saham unggulan di sektor bank dan konsumer. Namun ada satu sektor industri yang berhasil menguat yaitu sektor pertanian.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 49.228 kali pada volume 1,345 miliar lembar saham senilai Rp 1,827 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 113 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional bergerak mixed di siang hari ini. Sementara bursa Jepang masih menguat tajam, bursa Hong Kong masih terpuruk di zona merah layaknya IHSG.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

* Indeks Komposit Shanghai naik tipis 11,33 poin (0,39%) ke level 2.907,59.
* Indeks Hang Seng melemah 99,09 poin (0,44%) ke level 22.579,16.
* Indeks Nikkei 225 melesat 313,38 poin (3,64%) ke level 8.918,53.
* Indeks Straits Times menguat tipis 6,17 poin (0,21%) ke level 2.952,25.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 250 ke Rp 12.900, Asahimas (AMFG) naik Rp 175 ke Rp 5.000, Adira Finance (ADMF) naik Rp 150 ke Rp 10.900, dan Fajar Surya (FASW) naik Rp 100 ke Rp 3.025.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 700 ke Rp 54.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 40.900, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 46.750, dan Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 14.550.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…