Rabu, 16 Maret 2011 20:46 WIB Internasional Share :

Pakar Nuklir sarankan WNI di radius 50 Km dari PLTN Fukushima dievakuasi

Tokyo (Solopos.com) — Pemerintah Jepang menyatakan radius aman dari PLTN Fukushima 30 km. Namun pakar nuklir RI di Jepang merekomendasikan KBRI Tokyo untuk mengevakuasi WNI yang berada pada radius 50 km dari PLTN Fukushima.

Rekomendasi ini dihasilkan setelah 10 pakar nuklir Indonesia yang sedang menyelesaikan studi di Jepang rapat dengan KBRI Tokyo hari ini seperti dilansir dari situs KBRI Tokyo, www2.indonesianembassy.jp, Rabu (16/3/2011).

Kesepuluh pakar nuklir yang sedang menyelesaikan S3 Nuclear Engineering di Tokyo Institute of Technology dan Tokai University itu adalah: Teddy Ardiansyah, M. Eng; Dr. Eng Azizul Khakim; Deby Mardiansyah, M.Eng; Syeilendra Pramudita, M. Eng; Asril Pramutadi A. Mustari, M.Eng; Dwi Irwanto, M.Si, M.Eng; Arnoldus Lambertus Dipu, M.Eng;     Muhammad Kunta Biddinika, M. Eng; Liem Pheng Hong, Ph.D; Dr. Eng. Sidik Permana

Berikut rekomendasi lengkap para pakar nuklir tersebut:

Ring 1 (0-50 km)

Saat ini radius aman yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang adalah 30 km dan zona evakuasi yang dikeluarkan oleh NRC (Nuclear Regulatory Commission) dan FEMA (Federal Emergency Management Agency), berkisar antara 16-80 km (10-50 mil).

Oleh karena itu kami menganggap radius 50 km untuk mengantisipasi kejadian terburuk yang dapat terjadi di lapangan, karena sampai saat ini tidak dapat diprediksi apa yang akan terjadi di PLTN Fukushima. Sehingga kami merekomendasikan untuk mengevakuasi seluruh WNI di radius 50 km.

Ring 2 (50-100 km)

Yang meliputi wilayah Prefektur Ibaraki (Kota Kitaibaraki, Takahagi dan Hitachi), Prefektur Miyagi (Kota Sendai, Nattori dan Shiroishi) serta Prefektur Tochigi (Kota Nasushiobara).

Untuk ring 2 kami merekomendasikan:
-memakai pelindung yang dapat melindungi paparan radiasi terhadap kulit seperti masker, syal, kaus tangan dll.
-mengurangi keluar rumah jika tidak perlu
-menghindari penggunaan exhaust fan
-selalu menutup ruangan
-hindari minum dari keran

detik.com

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…