Rabu, 16 Maret 2011 09:10 WIB News Share :

Diduga salah obat, tubuh jadi gosong

Sumenep (Solopos.com) — Sekujur tubuh Sulis Setiyawati, 36, warga Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, hingga saat ini masih menghitam seperti terbakar, meskipun sudah satu minggu dirawat di Rumah Sakit Umam Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Awal musibah itu terjadi, ketika guru SD ini masuk RSD Sumenep, Selasa (08/03/11) lalu dengan diagnosa Diabetes Militus (kencing manis), kemudian ditangani salah satu dokter di rumah sakit, dan diberikan resep obat. Menurut dokter, obat yang diberikan sesuai dengan diagnosa penyakit kencing manis yang diderita pasien.

Ternyata malam hari setelah minum obat resep dokter tersebut, Sulis mengaku kepanasan, dan keesokan harinya, sekujur tubuhnya tiba-tiba menghitam seperti terbakar. Tak urung keluarga Sulis pun menduga terjadi salah obat yang sudah diberikan dokter.

Sundari, 54, ibu Sulis Setiyawati mengaku sangat sedih melihat kondisi anaknya yang menghitam. “Kulit anak saya itu kuning kok. Tiba-tiba setelah minum obat itu, langsung saja kepanasan. Dan keesokan harinya tubuhnya langsung menghitam. Kalau memang tidak salah kan tidak mungkin hitam seperti ini. Ya kalau kata dokter sih anak saya ini alergi obat,” tuturnya.

Andiyanto, 32, suami Sulis, mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi istrinya. “Saya takut tubuh istri saya tidak bisa kembali seperti semula. Soalnya sudah satu minggu dirawat, tubuhnya masih tetap gosong,” katanya, Rabu (16/03/11).

Ia melanjutkan, untuk penyakit kencing manisnya memang sudah membaik, tetapi keluarga belum mau membawa Sulis pulang, menunggu sampai kondisinya benar-benar membaik. “Sekarang memang tinggal pemulihan, kata dokter. Tapi saya dan keluarga besar ini memilih istri saya tetap dirawat disini, agar benar-benar sembuh total. Terutama kulitnya itu biar sembuh, tidak menghitam begini. Saya ingin istri saya bisa kembali asal,” paparnya.

Andiyanto mengungkapkan, berdasarkan keterangan dokter, kulit istrinya yang menghitam itu bisa sembuh, tetapi membutuhkan waktu lama. “Katanya sih dua hingga tiga bulan baru bisa normal. Ya mudah-mudahan benar-benar bisa kembali asal,” ujarnya dengan wajah cemas.

Sementara Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, dr. Susianto menjelaskan, apa yang dialami Sulis Setiyawati itu bukan salah obat seperti yang dituduhkan keluarga pasien. “Sebenarnya yang terjadi itu, kalau dalam istilah kedokteran disebut dengan Steven Jonhson Syndrom. Tapi kondisi pasien sekarang sudah membaik, kok,” katanya.

Ia mengatakan, pihak Rumah Sakit sebenarnya sudah akan merujuk pasien ke Surabaya. Namun, yang bersangkutan tidak bersedia, dan tetap memilih untuk dirawat di RSD Sumenep. “Pertimbangan kami merujuk ke Surabaya, agar penanganannya lebih intensif. Soalnya di Sumenep ini kan tidak ada dokter kulitnya,” terangnya.

Namun karena keluarga menolak, maka ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, selain berupaya memberikan perawatan seintensif mungkin sesuai kemampuan RSD Sumenep.

(Inilah.com/try)

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…