Rabu, 16 Maret 2011 08:55 WIB Internasional Share :

AS jatuhkan sanksi pada Menlu dan perusahaan Libya

Washington (Solopos.com) — Amerika Serikat pada hari Selasa (15/3/2011) menjatuhkan sanksi kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Libya dan 16 perusahaan milik negara itu. Langkah tersebut meningkatkan tekanan kepada rezim Muamar Khadafi.

Departemen Keuangan AS telah mengumumkan “langkah-langkah tambahan untuk mengucilkan rezim Gaddafi”, yang ditargetkan terhadap Menlu Libya Mussa Kussa dan 16 perusahaan pemerintah negara itu yang bergerak  di sektor perbankan, perminyakan, penerbangan dan investasi.

Kussa, bekas kepala Badan Intelijen Libya, dijatuhi sanksi berdasarkan perintah dari Presiden Barack Obama yang sasarannya antara lain  pejabat-pejabat tinggi Libya. “Penunjukan hari ini atas Mussa Kussa menambah langkah-langkah keras yang diambil AS untuk menerapkan tekanan keuangan yang ditargetkan terhadap rezim Gaddafi,” kata David Cohen, wakil menteri untuk terorisme dan intelijen keuangan.

Berdasarkan sanksi itu, semua aset Kussa di jurisdiksi AS telah dibekukan, dan warga AS dilarang melakukan bisnis dengannya.

Afriqiyah Airways, National Oil Corporation dan dana kekayaan kedaulatan Libya Investment Authority, termasuk di antara 16 perusahaan yang dijadikan sasaran sanksi. “Identifikasi perusahaan-perusahaan milik negara itu makin mengucilkan Libya dari sistem keuangan AS,” kata Cohen.

Perintah sanksi Obama itu merintangi semua properti dan kepentingan dalam properti pemerintah Libya serta badan-badannya dan badan-badan yang dikuasainya. Sebanyak 13 perusahaan lain yang dijatuhi sanksi adalah: Libya Africa Investment Portfolio, Libyan African Investment Company, Libyan Arab Forein Bank, Economic and Social Development Fund Company, Gomhouria Bank, Al Wafa Bank, Agriculture Bank, National Commercial Bank, National Banking Corporation, Sahara Bank, Savings dan Real Estate Investment Bank dan First Gulf Libyan Bank.

Sebelumnya AS menjatuhkan sanksi terhadap sembilan pembantu Gaddafi dan beberapa anggota keluarganya. Pada 25 Februari, pemerintah Obama memberikan sanksi pada Gaddafi dan empat anak laki-lakinya di tengah tindakan keras Gaddafi terhadap pemrotes pro demokrasi.

AS telah membekukan lebih dari 32 miliar dolar aset pemerintah Libya  dan beberapa pejabat mengatakan jumlah itu merupakan pembekuan aset terbesar dalam sejarah AS.

(Ant/try)

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…