Selasa, 15 Maret 2011 18:20 WIB Pilkada,Sragen Share :

KPU Sragen memrediksi pemilih Golput kurang 10%

Sragen (Solopos.com)–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen memrediksi angka pemilih golongan putih (golput) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen kurang dari 10%, lebih kecil dibandingkan pemilih golput pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 lalu.

Penegasan itu disampaikan Ketua KPU Sragen Agus Riwanto saat ditemui Solopos.com belum lama ini di Kantor KPU Sragen. Menurut dia, angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada tahun ini lebih besar dari angka partisipasi Pilpres. Partisipasi pemilih hasil Pilpres, kata dia, mencapai 72% sedangkan partisipasi pemilih dalam Pilkadana Sabtu (19/3) besok diharapkan lebih dari 90%.

Prediksi Ketua KPU Sragen itu didasarkan pada beberapa faktor, seperti jarak calon dengan pemilih, tingkat emosional pemilih dengan calon dan faktor figur lokal. “Saat Pilpres, jarak calon dengan pemilih jauh.

Pemilih hanya bertemu tim sukses calon yang bersangkutan. Tetapi, saat Pilkada, pemilih dekat dengan calon dan bisa bertemu langsung. Dengan faktor kedekatan pemilih dan calon ini otomatis emosional pemilih dan calon juga tinggi,” tegas Agus.

trh

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…