Selasa, 15 Maret 2011 20:05 WIB News Share :

Gegana tidak beri arahan ke Kompol Dodi untuk jinakkan bom

Jakarta (Solopos.com) — Tim Gegana tidak memberi arahan kepada Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur (Jaktim) Kompol Dodi Rahmawan untuk menjinakkan bom. Upaya menjinakkan bom dengan air merupakan tindakan bodoh.

“Tidak ada arahan dari Gegana untuk menjinakkan bom. Apalagi disiram dengan air, itu tindakan bodoh,” ujar Kasat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Imam Margono ketika dihubungi wartawan, Selasa (15/3/2011).

Imam mengakui, jika anak buahnya sempat menerima telepon dari Dodi untuk meminta arahan menjinakkan bom. Namun personel Gegana menolak permintaan Dodi.

“Sebelum meledak, dia (Dodi) sempat menelpon minta arahan. Tapi Gegana tidak mau, karena itu tidak boleh dan sangat teknis. Hanya Gegana yang boleh membuka barang mencurigakan,” terang Imam.

Imam menambahkan, Dodi mengira jika paket itu merupakan petasan. Namun Dodi seharusnya tidak boleh menganggap remeh akan hal itu.

“Hanya Gegana yang punya kewenangan untuk mengecek fisik bom rakitan,” tutur Imam.

Bagaimana teknis menjinakkan bom? “Itu sangat rahasia,” kata Imam.

detik.com

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…