Senin, 28 Februari 2011 15:43 WIB News Share :

Seorang wartawan di Poso dikeroyok mahasiswa

Palu (Solopos.com)–Subandi Arya, wartawan Surat Kabar Harian Media Alkhairaat yang juga menjadi koresponden Metro TV di Poso, Sulawesi Tengah, dikeroyok sekitar 20 orang mahasiswa Universitas Sintuvu Maroso (Unsimar). Subandi juga dipukuli.

Pemukulan itu terjadi Senin (28/02/2011) sekitar pukul 13.30 Wita di Kampus Universitas Sintuvu Maroso, Poso. Pelaku pemukulan diduga mahasiswa Unsimar.  Dia dipukuli sejak dari halaman kampus hingga ke ruangan Dekan Fisip Unsimar. Pemukulan terhadap Subandi berhenti ketika sejumlah mahasiswa menghentikan aksi keroyok para mahasiswa itu.

Subandi kemudian dievakuasi oleh aparat Intelijen dan Keamanan dari Kepolisian Resor Poso dan diamankan di Kantor Polres Poso. Dari penelusuran awal, diduga pemukulan terkait dengan berita yang dilansir oleh Media Alkhairaat. Berita dimaksud dilansir oleh Alkhairaat, edisi Jumat (25/2/2011). Berita tersebut berjudul Mahasiswa Rusak Fasilitas Kampus. Ini terkait dengan protes pengelolaan dana kemahasiswaan di universitas milik Pemerintah Kabupaten Poso itu.

Dalam berita tersebut Subandi menulis sejumlah anggota Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Unsimar menggelar aksi dengan membakar belasan kursi di halaman kampus, melempari kaca-kaca jendela ruangan rektorat. Dalam aksi itu kelompok mahasiswa ini meminta Rektor Unsimar Lefran Mango mengundurkan diri dan tidak lagi mencalonkan diri pada pemilihan rektor periode 2011-2015.

Dalam berita tersebut Subandi mengutip seorang sumber mahasiswa bernama Khutbah, yang mengatakan bahwa aksi tersebut tidak lagi murni untuk kepentingan mahasiswa, karena sudah mengarah kepada pembunuhan karakter Rektor Unsimar.

Berita itu menurut kelompok mahasiswa tadi keliru. Mereka menyebutkan bahwa aksi mereka murni untuk kepentingan mahasiswa.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…