Senin, 28 Februari 2011 15:57 WIB Boyolali Share :

Sehari, dua warga Boyolali tewas

Boyolali (Solopos.com)–Dua orang warga Boyolali tewas di dua tempat yang berbeda, Minggu (27/2/2011). Satu orang tewas di Sungai Braholo dan satu orang lainnya tewas akibat kesetrum.

Informasi yang dihimpun Espos, Senin (28/2/2011), menyebutkan satu orang tewas di Sungai Braholo, yakni Sudiyem, 60, warga Dukuh Klalingan, Desa/Kecamatan Klego. Peristiwa itu bermula saat korban, Sabtu (26/2/2011), sekitar pukul 16.30 WIB, keluar rumah melalui jendela. Namun tidak diketahui tujuan korban pergi.

Hingga malam hari, korban tak kunjung pulang. Keluarga korban mencari ke sejumlah tempat, namun sia-sia. Keesokan harinya sekitar pukul 06.30 WIB, Parno, 60, warga Dukuh Mijil, Desa Gondanglegi, Klego yang tengah melintas di Sungai Braholo itu melihat ada sesosok mayat perempuan yang terapung di sungai.

Camat Klego Sugito dalam laporannya ke Pemkab menyatakan Muspika yang memperoleh informasi kemudian mengecek ke lokasi. Ternyata, korban berada di sungai tersebut dalam kondisi tewas. Muspika dan Puskesmas memeriksa kondisi korban. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan.“Setelah tidak ditemukan bekas tanda penganiayaan korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar dia.

Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB, seorang warga Dukuh/Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Suwardi, 55, tewas setelah kesetrum saat hendak membuat meja kayu. Informasi yang dihimpun Espos, Senin, menyebutkan awalnya, korban berniat membuat meja kayu di luar rumahnya menggunakan alat-alat listrik. Namun, karena hujan deras, korban bermaksud menyingkirkan alat-alat listrik itu dari air hujan. Nahas bagi korban, saat tengah menggulung kabel listrik yang mengelupas, korban tersengat listrik.

Camat Ngemplak Susilo Hartono dalam laporannya ke Pemkab mengatakan korban sempat dibawa ke RSIS Surakarta untuk penanganan medis lebih lanjut. “Tetapi karena luka yang diderita korban akhirnya meninggal dunia,” ujar Susilo.

(fid)

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…