Senin, 28 Februari 2011 10:27 WIB News Share :

Peringatan Maulud Nabi di Ponpes YAPI dijaga ketat

Pasuruan (Solopos.com) — Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW yang digelar Pondok Pesantren Al Ma’hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI) mendapat penjagaan ketat polisi. Ratusan korps berseragam coklat itu terlihat di sekitar Ponpes yang pernah diserbu massa medio Februari.

Pantauan di lapangan, Senin (28/2/2011), dua satuan setingkat Kompi
(SSK) Brimob dan Dalmas Polda Jatim dikerahkan melakukan pengamanan. Pasukan masih ditambah dengan satu Satuan Setingkat Pleton (SST) dari Polres Pasuruan. Mereka berjaga baik di luar dan di dalam ponpes.

“Kami tidak khawatir ada penyerangan. Masak pas acara mauludan mau diserang,” kata salah satu panitia acara, Ali Haidar, menanggapi adanya penjagaan ketat di Ponpes.

Ali mengaku peringatan Maulud Nabi ini dihadiri sekitar 3.500 santri. Tak hanya santri aktif, santri yang pernah mondok atau alumni dari berbagai juga hadir di acara yang selalu digelar hari Senin terakhir bulan Maulud.

“Acara dipusatkan di Masjid Ats-Qoln di kompleks Ponpes,” tambahnya.

Karena banyaknya santri yang berpartisipasi, panitia mendirikan tenda di sisi timur masjid karena daya tampung masjid yang tidak memadai. Para santri sendiri yang memakai jubah dan berpeci dengan khusyuk berdoa dan mendengarkan ceramah. Hingga pukul 10.00 WIB, para santri sedang mendengarkan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadz Anwar Zein.

(dtc/try)

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…