Senin, 28 Februari 2011 11:32 WIB Ekonomi Share :

Pengusaha tuding bank patok suku bunga seenaknya

Jakarta (Solopos.com)–Pengusaha mengeluhkan penetapan suku bunga yang seenaknya oleh perbankan. Suku bunga bank di Indonesia dituding merupakan yang paling tinggi dibandingkan dengan negara lain.

“Bunga kredit kok tinggi sekali ini kan aneh ketika Bank Indonesia (BI) telah memberikan suku bunga acuan (BI Rate) di 6,75%,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi.

Sofjan menyampaikan hal tersebut didepan Pejabat BI dan Indistri Perbankan disela acara Sosialisasi Ketentuan Transparansi Informasi Suku Bunga Dasar Kredit di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (28/2/2011).

Menurut Sofjan jika dibandingkan dengan negara lain, Singapura misalnya, suku bunga perbankan dipatok spreadnya oleh bank sentralnya. Sehingga, lanjut Sofyan suku bunga yang diberikan bisa sangat rendah.

“Nah jika disini perbankan seenaknya saja menaikkan bunga dan menaruh spread begitu saja, sementara BI sendiri tidak bisa mengkontrol bunga,” tuturnya.

Ia menambahkan, suku bunga kredit yang dirasakan para pengusaha cukup tinggi dikisaran 20%. Sofjan juga mengeluhkan, perbankan Indonesia yang 40%-nya dikuasai asing sudah lagi tidak mementingkan industri ekonomi nasional.

“Bagaimana bank di Indonesia yang 40% memang dikuasai asing ini ada yang memberikan bunga hingga 20%. Itu sangat tidak realistis. Saya harap BI bisa mengkontrol bunga ini,” tegas Sofjan.

Ia mengharapkan, dengan adanya transparansi suku bunga dasar kredit alias prime lending rate diharapkan perbankan bisa ‘malu’ ketika diketahui publik kisaran suku bunganya. Menurut Sofjan, para pengusaha akan senantiasa secara intensif melihat dan mendorong perbankan dalam memberikan suku bunga yang sesuai.

“Kita lihat nantinya apakah sesuai atau tidak (tingkat bunga), dengan ini diharapkan perekonomian Indonesia sepenuhnya bisa didukung oleh perbankan,” tegasnya.

Ditempat yang sama Deputi Gubernur Bank Indonesia menekankan tingat suku bunga yang di informasikan yakni suku bunga dasar kredit yang belum termasuk premi risiko.

“Jangan disalahartikan ini suku bunga kredit, tetapi suku bunga dasarnya yang belum termasuk premi risiko,” tutur Muliaman.

Muliaman berhadap adanya pengumuman suku bunga dasar kredit ini bisa menyebabkan persaingan yang sangat baik. Sehingga, penurunan suku bunga kredit kedepannya diharapkan juga akan terwujud.

“Kita lihat, dengan diwajibkannya suku bunga dasar diumumkan kedepan diharapkan adanya persaingan ketat dan terjadi lebih jauh penurunan suku bunga,” imbuhnya.

(dtc/tiw)

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…