Senin, 28 Februari 2011 07:54 WIB Ekonomi Share :

Laba BTPN meningkat 99% di tahun 2010

Jakarta (Solopos.com) — PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk membukukan kenaikan laba bersih di 2010 senilai Rp 836,8 miliar atau meningkat 99% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2009 yang tercatat senilai Rp 420,4 miliar.

Pertumbuhan laba itu ditopang pertumbuhan kredit perseroan yang selama 2010 mencapai Rp 23,3 triliun atau tumbuh 48% dari tahun 2009 yang sebesar Rp 15,7 triliun. Pertumbuhan kredit itu ditopang rasio kredit bermasalah (NPL) di posisi 0,48%.

Direktur Utama BTPN, Jerry Ng, mengatakan pada tahun 2011 BTPN tetapĀ  mengembangkan bisnis pensiun dan usaha mikro melalui penyaluran kredit dan program-program pemberdayaan dan pengembangan kapasitas.

“BTPN telah mempersiapkan modal yang cukup untuk menghadapi pertumbuhan bisnis tahun 2011 dengan Rasio kecukupan modal (CAR) BTPN per 31 Desember 2010 mencapai 23,40%,” ujar Jerry dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (28/2/2011).

Untuk dana pihak ketiga (DPK) per 31 Desember 2010, nilainya mencapai Rp 25,5 triliun atau tumbuh 38% (yoy). Sementara itu, aset BTPN juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp 34,5 triliun atau meningkat 55% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 22,3 triliun.

Jerry memaparkan BTPN masih konsisten mengembangkan bisnis di segmen mass market, dengan melayani para pensiunan dan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Dikatakan Jerry, BTPN juga melakukan pemberdayaan yang mulai dikembangkan pada akhir 2008 lalu yakni pensiun sehat dan sejahtera (PSS) dan Capacity to Grow (C2G).

“PSS bertujuan memberikan kesempatan bagi nasabah pensiunan untuk memenuhi keseluruhan elemen sehat dan sejahtera, terdiri dari tiga pilar program yaitu pusat informasi, program konsultasi, dan peluang usaha. Sementara C2G bertujuan meningkatkan kemampuan nasabah BTPN I mitra usaha rakyat dalam mengelola usahanya melalui tiga pilar utama yaitu pusat informasi, program pelatihan, dan peluang usaha baru,” urainya.

(dtc/try)

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…