Senin, 28 Februari 2011 23:32 WIB Sragen Share :

Diduga dicuri, 21 sertifikat tanah kas Desa Toyogo raib

Sragen (Solopos.com) — Sebanyak 21 sertifikat tanah kas Desa Toyogo, Sambungmacan, Sragen raib tak diketahui keberadaannya. Selain itu buku letter C lama dan baru serta buku paugeran desa juga hilang diduga dicuri.

Hilangnya sejumlah dokumen desa tersebut diketahui saat Kepala Desa
(Kades) Toyogo Radijoko, membongkar almari di Balaidesa Toyogo.
Pembongkaran almari kali pertama dilakukan, Rabu (12/1/2011) lalu. Saat
itu Kades yang berniat mencari dokumen paugeran desa dan buku letter C lama dan baru di almari penyimpanan tak mendapatkan hasil apa pun.

Pembongkaran kali kedua dilakukan Kades Toyogo, Sabtu (5/2/2011), untuk mencari sertifikat tanah kas desa. Sejumlah sertifikat tanah kas
desa pun juga tak ditemukan. Kades dibantu Jogoboyo Sartono dan Kaur Keuangan, Niman, lalu menginventarisasi sertifikat tanah kas desa.

“Setelah kami teliti sebanyak 21 berkas sertifikat tanah kas desa raib. Kejadian itu lalu dilaporkan ke Polsek Sambungmacan,” ujar Radijoko sebagaimana dalam Laporan Polisi No LP/15/II/JTG/Res.Srg/Sek.Sbm tertanggal 27 Februari 2011.

Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra melalui Kapolsek Sambungmacan AKP Yohanes Kristanto saat dihubungi Espos, Senin (28/2/2011), mengaku masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Menurutnya, sejauh ini polisi belum memeriksa perangkat Desa Toyogo berkaitan dengan kasus dugaan pencurian sejumlah dokumen desa itu.

“Kemungkinan pelaku melibatkan orang dalam. Tapi kami tidak berani berspekulasi karena kami belum memeriksa saksi-saksi,” ujar Kapolsek.

(trh)

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…