Minggu, 27 Februari 2011 23:26 WIB Sragen Share :

Petani terkecoh, pupuk mirip NPK beredar di Tanon

Sragen (Solopos.com) — Pupuk NPK nonsubsidi dengan harga di bawah subsidi pemerintah beredar di Tanon, Sragen, beberapa pekan terakhir. Sejumlah petani terkecoh dengan kemasan yang mirip pupuk berubsidi.

Seorang penyuluh petanian Tanon, Jaza’in, saat dijumpai wartawan
beberapa hari lalu, mengimbau para petani agar hati-hati dalam membeli
pupuk bersubsidi. Dia mengatakan banyak pupuk dengan kemasan mirip
pupuk bersubsidi beredar di pasaran dengan harga miring.

“Saya sempat terkecoh dengan pupuk nonsubsidi berharga miring itu. Sekilas sulit membedakan pupuk bersubsidi dengan pupuk nonsubsidi. Harga pupuk bersubsidi senilai Rp 115.000/sak dengan kapasitas 50 kg sedangkan pupuk nonsubsidi itu hanya dijual Rp 80.000/sak dengan kapasitas yang sama,” ujar Jaza’in.

Dia mengaku nyaris membeli pupuk nonsubsidi sebanyak 10 sak. Beruntung Jaza’in mengecek pupuk lebih dulu sebelum menyerahkan uang. Setelah
diketahui merk dan produsen pupuknya, pupuk tersebut ternyata berbeda dengan pupuk bersubsidi. “Barang sudah diturunkan. Setelah
saya cek ternyata bukan pupuk bersubsidi. Pemasok pupuk itu langsung
saya suruh membawa pupuk itu lagi. Saya tidak jadi beli,” kisahnya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Tanon, Buchori, menambahkan kualitas
dan kandungan pupuk mirip NPK bersubsidi itu belum diketahui petani karena belum diujicobakan. Dia mengaku belum meneliti kandungan pupuk itu, namun menurutnya pupuk yang beredar itu termasuk pupuk majemuk.

(trh)

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…