Minggu, 27 Februari 2011 11:16 WIB Ekonomi Share :

Merukh Enterprises bangun 2 pabrik bijih besi di NTT

Jakarta (Solopos.com) – Merukh Enterprises melalui anak usahanya PT Merukh Iron & Steel menggandeng Paul Wurth S.A dan SMS Siemag AG membangun dua pabrik pengolahan bijih besi di Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan pabrik itu bertujuan mengakselerasi posisi Indonesia sebagai negara industri yang kuat di Asia Tenggara pada 2025

Penandatanganan kerja sama itu dilakukan pekan lalu antara lain Presiden Direktur & CEO Merukh Enterprises Rudy Merukh, Direktur Eksekutif PT Sumba Prima Iron Gustaaf Y N Merukh, Executive Vice President Project Development SMS Siemag Jens Kempken, dan Chief Representative Paul Wurth Karel E Hallatu juga Direktur PT Merukh Iron & Steel Musana H A Merukh dan Direktur Proyek Siemag Hans Ulrich Breuer.

“Dua pabrik pengolahan bijih besi itu masing-masing berkapasitas 2 x 3,5 juta ton per tahun dan rencananya akan beroperasi pada 2015 mendatang. Nilai investasi dua pabrik itu sekitar € 20 miliar,” ujar Rudy Merukh dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Minggu (27/2/2011)

Rudy menambahkan dua pabrik itu akan menyumbang nilai tambah dan multiplier effect yang signifikan untuk kepentingan daerah dan nasional, terutama upaya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi kesediaan Paul Wurth dan SMS Siemag dalam membangun dua pabrik tersebut.

“Pembangunan dua pabrik di Sumba itu akan memanfaatkan potensi sumber daya alam khususnya bijih besi yang besar di Sumba dan bertujuan mengakselerasi posisi Indonesia sebagai negara industri yang kuat di Asia Tenggara pada 2025,” katanya.

Direktur Eksekutif PT Sumba Prima Iron Gustaaf Y N Merukh mengatakan  total investasi untuk pembangunan dua pabrik itu mencapai € 35 miliar. Selain investasi dua pabrik, pembangunan infrastruktur dasar seperti pembangkit listrik, instalasi air, area perkantoran dan pelabuhan mencapai € 10 miliar. Sementara itu, alokasi untuk corporate social responsiblility (CSR) sebesar € 5 miliar.

Pabrik baja di Sumba Barat ini diperuntukkan mengolah bijih besi dari hasil eksplorasi PT Sumba Prima Iron, anak perusahaan Merukh Enterprises di daerah tersebut. Cadangan bijih besi di Sumba Barat mencapai 977 juta metrik ton dengan kadar 68% Fe.

Sementara itu, pabrik baja di Sumba Timur akan mengolah tambang bijih besi PT Sumba Prima Iron di daerah itu dengan cadangan sebesar 1,000 juta metrik ton pada kadar yang sama. “Kami sedang dalam persiapan untuk memproduksi bijih besi dari kedua tambang tersebut. Hasil eksplorasi zaman Belanda, data ESDM di Bandung, dan foto satelit yang kami miliki mendukung cadangan bijih besi tersebut,” katanya.

Menurut Gustaaf, sesuai rencana dua pabrik pengolahan bijih besi tersebut akan memasuki tahap konstruksi pada Agustus 2013 mendatang. Pihaknya bersama Paul Wurth dan SMS Siemag segera melakukan penyelidikan teknis untuk mempercepat proses studi kelayakan demi mematangkan pembangunan dua pabrik pengolahan bijih besi tersebut.

“Kami sangat yakin dengan pasar baja ke depan, karena produksi dua pabrik baja kami itu hanya mencukupi 1/3 dari kebutuhan baja RI pada tahun itu. Diperkirakan pada 2020 kebutuhan baja Indonesia mencapai 20 juta ton per tahun, dan 2030 sebesar 30 juta ton per tahun,” katanya.

(dtc/try)

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…