Minggu, 27 Februari 2011 22:16 WIB Wonogiri Share :

Harmoko prihatin sikap Dipo Alam

Wonogiri (SOLOPOS.com)–Mantan Menteri Penerangan Era Presiden Soeharto yang juga praktisi pers, H Harmoko mengaku prihatin dengan perkataan Sekretaris Kabinet (Sekkab), Dipo Alam, beberapa waktu lalu, yang mengancam boikot iklan sejumlah media massa nasional yang dinilai terlalu menjelek-jelekkan pemerintah.

Keprihatinan tersebut disampaikan Harmoko saat ditanya wartawan seusai mengikuti acara peresmian Pesantren Modern Jawa Hanacaraka yang didirikannya bersama sejumlah tokoh lain di Desa Purwosari, Wonogiri, Minggu (27/2/2011).

Menurut Harmoko, sikap yang ditunjukkan Dipo Alam dengan mengancam boikot media yang dinilai telah menjelek-jelekan pemerintah sangat keliru.

“Tidak benar itu, memboikot media. Kalau memang pemerintah tidak berkenan dengan pemberitaan media, kan ada Dewan Pers,” katanya.

Menurut Harmoko, di alam demokrasi mestinya setiap orang menjunjung tinggi konstitusi dan bekerja berdasarkan undang-undang (UU). Berkaitan dengan media massa, konstitusi dimaksud berarti UU tentang Kebebasan Pers maupun UU Penyiaran.

Harmoko berharap apa yang dilakukan Dipo Alam tidak diikuti oleh aparat pemerintah lainnya. Dia juga menilai langkah yang dilakukan pihak media yang disinggung oleh Dipo Alam dengan mengambil langkah hukum sudah benar.

shs

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…