Minggu, 27 Februari 2011 21:11 WIB News Share :

Belum selesai kerjakan PR, murid MTs dianiaya guru

Grobogan (SOLOPOS.com)--Gara-gara ribut di kelas dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR), Yusuf Arianto, 13, murid kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manbaul Huda.Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan jadi korban penganiayaan gurunya sendiri.

Sang guru, Abdul Aziz alias Dargo yang berstatus guru Akidah di sekolah tersebut, sempat dilaporkan keluarga Yusuf ke Polsek Grobogan. Namun Kepala Sekolah MTs Manbaul Huda, Abdul Mujib kepada wartawan, Minggu (27/2/2011), menyatakan kasus tersebut sudah selesai.

Ibu korban, Sumini menjelaskan, aksi pemukulan kepala anaknya itu berawal ketika Yusuf diperiksa pekerjaan rumahnya oleh Abdul Aziz.

“Anak saya memang belum selesai mengerjakan PR Matematika sehingga belum bisa menunjukannya ke guru sehingga pak guru marah dan memukul kepala anak saya,” tutur Sumini.

Sementara informasi yang dihimpun, selain belum mengerjakan PR, saat jam pelajaran berlangsung korban kurang memperhatikan pelajaran. Sehingga Abdul Aziz marah dan sempat melempar penghapus, namun tidak mengenai korban.

Begitu tidak kena, Abdul Aziz mendekati korban dan menjambak rambutnya bahkan melayangkan pukulan tangan kosong ke kepala korban sebanyak lima kali, saat hendak dipukul lagi Yusuf menghindar namun justru dagunya membentur meja.

“Anak saya sampai saat ini masih merasa pusing kepalanya akibat kejadian itu, sehingga hari ini (Minggu, 27/2/2011), tidak bisa masuk sekolah,” jelas Sumini yang kini harus mengasuh Yusuf sendiri karena suaminya Sutejo meninggal dunia.

Sementara Kepala Sekolah MTs Manbaul Huda Tanggungharjo, Grobogan, Abdul Mujib ketika dikonfirmasi mengatakan, memang ada kejadian seperti di atas. Namun tindakan itu bertujuan memberikan efek jera ke murid.

Dikatakan Abdu Mujib, setelah kejadian Abdul Aziz menjelaskan dirinya sempat emosi melihat muridnya bikin gaduh padahal belum selesai mengerjakan tugas, sehingga sempat emosi dan mendorong kepala muridnya itu hingga membentur meja.

“Namun kasus ini sudah selesai, Abdul Aziz juga telah meminta maaf dengan keluarga korban serta muridnya. Sehingga kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” tegas Abdul Mujib.

rif

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…