Sabtu, 26 Februari 2011 11:47 WIB Ekonomi Share :

Wall Street melaju mantap

Jakarta (Solopos.com)–Saham-saham di bursa Wall Street meningkat pada perdagangan akhir pekan setelah kekhawatiran akan krisis di Libya mereda, yang diikuti oleh melunaknya kenaikan harga minyak. Meski data pertumbuhan ekonomi AS lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Indeks saham Dow Jones pada perdagangan Jumat (25/2/2011) naik 61,95 poin (0,51%) ke lecel 12.130,45. Indeks Nasdaq juga meningkat 43,15 poin (1,58%) ke level 2.781,05. Kemudian indeks S&P500 juga meraih 13,78 poin (1,06%) ke level 1.319,88.

“Para investor berani membeli kembali setelah melihat pasar jatuh lebih dari dua persen selama sesi sebelumnya,” ujar seorang analis seperti dikutip dari AFP, Sabtu (26/2/2011).

Analis tersebut mengatakan, meskipun berita soal krisis sosial dan politik di Timur Tengah dan Afrika Utara berlanjut, namun berita tersebut hanya sedikit mengganggu investor. “Harga minyak yang melunak ikut membantu munculnya sentimen akan perbaikan ekonomi,” ujar analis itu.

Harga minyak di London yang sempat mendekati US$ 120 per barel dan US$ 103 per barel di NewYork, kemarin masing-masing ditutup US$ 112 dan US$ 97 per barel.

Pelaku pasar modal juga memperlihatkan reaksi yang tak berlebihan dengan adanya revisi ke bawah soal pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2010 dari 3,2% menjadi 2,8%.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…