Sabtu, 26 Februari 2011 17:42 WIB Ekonomi Share :

Premium naik Rp 500, subsidi BBM hemat hingga Rp 19 triliun

Jakarta (Solopos.com)–Kenaikan harga BBM subsidi yaitu premium dan solar dinilai jadi opsi paling efektif mengurangi dana subsidi. Jika premium dan solar dinaikkan Rp 500/liter, pemerintah bisa hemat hingga Rp 19 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto, Sabtu (26/2/2011). “Kenaikan premium dan solar Rp 500/liter akan menghemat subsidi BBM hingga Rp 19 triliun,” kata Pri Agung.

Seperti diketahui, saat ini harga premium dan solar masih dibanderol Rp 4.500 per liter. Pemerintah mengaku tak punya rencana menaikkan harga BBM subsidi tersebut.

Dikatakan Pri Agung, saat ini tak ada lagi jalan keluar efektif yang bisa membuat pemerintah menekan anggaran subsidi. Apalagi kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi ditunda dari rencana awal di April 2011.

“Tidak banyak pilihan kebijakan bagi pemerintah karena sudah sangat terlambat untuk mengembangkan energi alternatif,” katanya.

Pemerintah juga dinilai terlambat meningkatkan produksi minyak dalam negeri, dan kebijakan tersebut tak bisa secara instan terlaksana dalam satu tahun ini.

“Opsi yang tersedia, relatif realistis dan efektif untuk mengurangi subsidi sebenarnya hanya tinggal menaikkan harga BBM secara terbatas saja sudah cukup sebenarnya,” tukas Pri Agung.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…