Sabtu, 26 Februari 2011 01:17 WIB Sragen Share :

MT III, Trobayan tanam palawija

Sragen (Solopos.com)–Para petani di Desa Trobayan, Kecamatan Kalijambe, Sragen berencana menanam palawija pada musim tanam (MT) III mendatang. Hal tersebut dilakukan untuk memutus siklus hidup wereng batang cokelat (WBC).

Kepala Desa Trobayan, Lasimin, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Jumat (25/2/2011), menyampaikan wacana pengalihan penanaman padi menjadi palawija, khususnya jagung, semakin menguat mengingat pada saat MT I dan sebelumnya, sebagian besar tanaman padi di Trobayan terserang wereng.

Serangan wereng di Trobayan pada MT I lalu mencapai 50 % dari seluruh lahan seluas sekitar 99 hektare (ha). Akibatnya, banyak petani yang rugi besar. Pengalaman pahit itu membuat para petani berpikir ulang untuk kembali menanam padi di MT III. “Pada MT II ini para petani masih ingin mencoba peruntungan dengan kembali menanam padi. Namun, pada MT III mendatang para petani sudah berencana menanam jagung,” terangnya.

Ia lebih lanjut mengungkapkan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah sangat mendukung rencana itu dan telah memberikan bantuan bibit jagung untuk lahan seluas 50 ha. Menurutnya, bantuan bibit itu hanya stimulan saja. Selanjutnya, diharapkan petani mampu mandiri dan semakin sadar atas pentingnya variasi penanaman untuk memutus siklus hidup wereng, mengingat serangan wereng diprediksi masih akan terus ada di setiap MT berikutnya.

Ia menambahkan, rencana penanaman jagung itu sebagai langkah awal untuk mengubah kebiasaan petani di Trobayan. Ia mengaku cukup sulit mengubah kebiasaan petani yang selalu menanam padi dengan pola padi-padi-padi pada setiap MT. Namun, sambungnya, kebiasaan itu perlu diubah demi kepentingan petani. Setidaknya mengubah menjadi pola padi-padi-palawija.

“Penanaman palawija memang masih langka di Trobayan ini. Hanya sebagian kecil saja yang mau menanaman. Diharapkan pada MT III mendatang para petani mau menanam palawija secara menyeluruh,” tegasnya.

(m93)

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…