Sabtu, 26 Februari 2011 23:16 WIB Solo Share :

Kentingan Baru, soal lahan Wawali tolak ikut campur

Solo (Solopos.com)--Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menolak turut campur dalam pengadaan atau pemilihan lahan relokasi bagi penghuni Kentingan Baru, Jebres.

Alasannya sejak awal penghuni Kentingan Baru sudah ikut survei dan setuju dengan lahan relokasi di Randusari, Mojosongo. “Masyarakat sudah dilibatkan saat cari lahan, saya tidak ikut campur. Pelaksanaan di lapangan oleh mereka sendiri. Saya tidak mau masuk terlalu jauh,” ujarnya ditemui wartawan menanggapi lahan relokasi di Randusari yang hanya berjarak 150 meter dari TPA Putri Cempo, Sabtu (26/2/2011).

Rudy mengakui sebelumnya mensyaratkan lahan relokasi tidak boleh di tempat pembuangan sampah, tidak boleh di pinggir/bantaran sungai dan tidak di lahan perbukitan dengan kemiringan curam. Namun semua kembali kepada warga penerima hibah (WPH) tanah atau peserta relokasi. Bila dirasa tidak layak seharusnya peserta relokasi menyatakan keberatan atau menolak. Kenyataannya sampai saat ini tidak ada peserta relokasi yang mundur atau menolak lahan.

Lebih jauh Rudy meminta penghuni Kentingan Baru tidak buru-buru pindah ke lahan relokasi. Sesuai kesepakatan tertulis sebelumnya warga pindah bila sertifikat hak milik (HM) tanah relokasi sudah jadi. Untuk ia meminta tim mediasi pemegang sertifikat tanah Kentingan Baru segera mengajukan sertifikasi. “Seluruh sertifikat saya pegang dulu baru boleh pindah. Ini aturannya. Jadi jangan terburu-buru pindah,” imbuhnya.

Rudy berjanji akan mengecek kondisi warga relokasi jika semua sudah pindah atau menempati rumah baru. Bila dinilai perlu Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan memberikan bantuan dana untuk peningkatan rumah tak layak huni. Selain itu Pemkot mempertimbangkan untuk membangun jalan-jalan di kawasan relokasi Randusari. Termasuk fasilitas umum (Fasum) yang dirasa perlu. Pada bagian lain semakin banyak penghuni Kentingan Baru yang mulai membangun rumah di lahan relokasi Randusari.

Koordinator lapangan relokasi, Agus Tahu tahap pertama penyiapan lahan relokasi di RT 1/RW XXX Randusari sudah selesai. Pihaknya tinggal merampungkan pembuatan fasilitas cuci kakus untuk tiap blok. Menurut dia lahan II relokasi di wilayah RT 2/RW XXX Randusari segera disiapkan. Lahan seluas 3500 meter persegi itu diperkirakan mampu menampung 70 kepala keluarga (KK). “Semua berjalan lancar, tidak ada masalah. Konflik Kentingan Baru sudah selesai,” katanya.

kur

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…