Sabtu, 26 Februari 2011 16:08 WIB Tak Berkategori Share :

1.000 Polisi jaga Nyepi di Bali

Denpasar (Solopos.com)–Polda Bali telah menyiapkan 1.000 personel untuk mengamankan prosesi Nyepi. Ritual Ogoh-ogoh yang digelar sehari menjelang Nyepi akan mendapatkan pengawasan ekstra ketat karena rawan memicu konflik antarwarga.

“Pengamanan yang paling kita intensifkan saat malam pengerupukan. Di mana saat itu masing-masing banjar akan mengarak ogoh-ogoh,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Gde Sugianyar Dwi Putra di Mapolda Bali, Jl Wr Supratman, Denpasar, Sabtu (26/2/2011).

Menurutnya, kerawanan terjadinya gesekan antarwarga akan semakin berpotensi saat pengarak ogoh-ogoh melintasi daerah perbatasan desa dan saat saling bertemu di jalan. Apalagi, warga kebanyakan minum-minuman keras (miras) sebelum ogoh-ogoh diarak.

Untuk itu personel akan disebar di lokasi-lokasi dimana ogoh-ogoh akan diarak oleh warga. Khusus untuk Polda Bali akan menurunkan 600 personel, sedangkan setiap polsek dan polres masing-masing akan menurunkan anggotanya. Jumlah personel diperkirakan mencapai 1.000 polisi.

“Polda Bali sifatnya memback-up saja ke setiap satwil (Satuan Wilayah) baik polsek maupun polres, karena nanti pengamanannya juga akan dikoordinasikan juga kepada petugas pecalang,” imbuhnya.

Menurutnya, sejak awal bulan Februari, Polda Bali sudah melakukan operasi cipta kondisi yang merazia minuman keras, dan sanjata tajam. Hal itu dilakukan menyambut perayaan nyepi 5 Maret nanti.

“Kita sudah melakukan pendekatan persuasif dan dialogis kepada tokoh-tokoh masyarakat, pemuka adat dan agama. Selain itu juga terhadap pecalang sebagai unit keamanan di masing-masing desa,” paparnya.

Dalam perayaan nyepi nanti, Kepolisian tidak bisa bebas melakukan patroli kecuali berkoordinasi dengan pihak adat dan pecalang setempat. Segala Aktivitas di Bali akan berhenti total mulai, Sabtu (5/3/2011) pukul 06.00 Wita sampai Minggu (6/3/2011) pukul 06.00 Wita. Bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Bali diharapkan datang satu hari menjelang dan setelah perayaan Nyepi.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…