Jumat, 25 Februari 2011 22:17 WIB Sport Share :

Usul potong gaji PNS,Persis wait and see

Solo (SOLOPOS.com)–Sinyal Persis bakal mundur dari kompetisi Liga Tiphone Divisi Utama musim 2010-2011 putaran kedua makin menguat. Hal ini tersirat pada pertemuan forum pengurus dan perwakilan 26 klub internal Persis dengan Walikota Solo, Joko Widodo di Loji Gandrung, Jumat (25/2).

Pada kesempatan tersebut, forum Persis yang ingin meminta Jokowi, sapaan Walikota, agar menyelamatkan nasib Persis hingga akhir kompetisi tidak menemukan jalan keluar. Bahkan, Jokowi mengaku sudah kehabisan akal.

“Dikira saya enggak pernah berbuat apa-apa. Mulai dari nelponin pengusaha hingga mencari sponsor sudah saya lakukan. Tapi hasilnya sangat minim,” tutur orang pertama di Pemkot Solo ini. Oleh sebab itu, pada kesempatan itu Jokowi mengembalikan persoalan yang Persis kepada forum, untuk mencarikan jalan keluar.

Dari berbagai usulan yang diajukan perwakilan 26 klub, hanya usulan potong gaji pegawai negeri Kota Solo untuk mendanai Persis yang ditampung oleh Jokowi. Potongan gaji yang dibebankan ke pegawai negeri adalah sebesar Rp 5.000-Rp 10.000 setiap bulannya. Meski demikian usulan tersebut akan dikaji lagi.

“Terkait usulan ini saya tampung dulu. Saya masih harus meminta pendapat Kabag Hukum dan para PNS sebagai pihak yang akan mendapat potongan tersebut,” terang Jokowi.

Menanggapi usulan ini, Sekretaris Persis, Ruhban Ruzziyatno justru menilai tidak realistis. Pasalnya, hal ini terkesan mengalihkan tanggung jawab kebutuhan Persis kepada pegawai Pemkot Solo.

“Padahal Persis bukan milik PNS (Pegawai Negri Sipil). Apalagi tidak semua PNS, suka dengan bola. Ini tidak adil bagi mereka,” terang Ruhban.

Atas nasib Persis yang belum menemui titik terang ini, forum pengurus dan 26 klub internal berencana akan menggelar rapat lanjutan.

JIBI/SOLOPOS/yud/ian

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…