Jumat, 25 Februari 2011 08:21 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah tak rela Merpati bernasib seperti Mandala

Jakarta (Solopos.com)–Menteri BUMN Mustafa Abubakar menegaskan pemerintah tak akan membiarkan nasib PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) berakhir seperti Mandala Airlines. Pemerintah sebagai pemegang saham akan memperjuangkan Merpati jangan sampai terlikuidasi.

“Nggak akan kita biarkan (seperti Mandala),” kata Mustafa di Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Mustafa menambahkan dengan posisi manajemen baru dibawah pimpinan Jhony Sardjono Tjitrokusumo yang merupakan pilot senir, ia optimis Merpati lambat laut akan kembali sehat. Bahkan kata dia dana penyertaan modal negara (PMN) melalui Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akan ditingkatkan dari Rp 310 miliar menjadi Rp 600 miliar dengan perbaikan rencana bisnis.

“Pemerintah ada langkah yang ditempuh untuk Merpati,” katanya.

Ia menambahkan jika sudah mencapai performa yang baik, Merpati akan menjadi feeder Garuda Indonesia. Sementara Garuda akan fokus pada layanan pesawat berbadan lebar dan keluar negeri.

Secara bertahap Merpati akan terus meremajakan armadanya diantaranya melalui pesawat MA-60 dari Xian Aircraft. Rencananya armada pesawat Merpati akan diperbanyak populasinya dan dikurangi jenis pesawat yang beragam agar efisien dalam perawatan.

“Sekarang pesawat yang beragam dikurangi, tapi populasinya diperbanyak,” katanya

PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) siap menanti 6 armada MA-60 baru dari Xian Aircraft, China di tahun ini. Perseroan berharap Armada baru itu bisa menghasilkan laba operasi Rp 42 miliar.

Dengan adanya pesawat baru tersebut, perseroan berharap bisa menghasilkan laba operasi Rp 42 miliar. Total armada perseroan yang sudah didatangkan dari Xian saat ini jumlahnya sebanyak 9 pesawat.

Dua diantaranya sudah dikirim di 2007, sementara tujuh armada lainnya baru saja dikirim pada akhir 2010 lalu, tepatnya tanggal 4 dan 9 Desember. Total armada yang dipesan perseroan jumlahnya 15 pesawat MA-60. Pesawat yang dikirim dari China ini sudah memenuhi standar dan tak akan bermasalah seperti pesawat yang dikirim sebelumnya.

(dtc/tiw)

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…