Jumat, 25 Februari 2011 22:00 WIB Klaten Share :

Pasangan suami istri terbakar bersama rumah mereka

Klaten (Solopos.com) Nahas benar nasib pasangan suami isteri (Pasutri) ini, Wagimin Samto Miharjo, 50, dan Poniyem, 45. Warga RT 22/ RW X Dukuh Kiran, Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Klaten ini terbakar bersama rumah mereka, Kamis (24/2) malam ketika 30-an liter bensin yang akan dijual menyambar api lilin.

Data yang dihimpun Espos, Pasutri tersebut mengalami luka bakar cukup serius di tubuhnya. Saking parahnya, Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Manisrenggo, Klaten tak mampu menanganinya dan meminta keluarga agar merujuk korban ke RS Sardjito Jogja.

Poniyem mengalami luka bakar di separuh tubuhnya. Sementara, Wagimin mengalami luka serius di bagian kakinya hingga nyaris matang. “Namun, kedua korban masih sadar,” kata Ketua RT setempat, Muhadi yang mengantar korban ke Jogja.

Selain membakar Pasutri, si jago merah juga melumat habis isi rumah Wagimin. Sepeda motor tahun 2003, mebelair rumah, serta seluruh barang dagangannya tinggal tersisa arang. Kerugian materi sementara ditaksir mencapai Rp 20 juta. “Itu belum termasuk biaya berobat korban yang saat ini di rawat di RS Sardjito Jogja,” sahut Kades Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Rismanto.

Menurut saksi mata, Muhadi, kejadian bermula ketika Wagimin tengah memindahkan bensin dari jeriken ke botol-botol di ruang depan sekitar pukul 18.30 WIB. Lantaran listrik padam, Wagimin pun memakai penerangan lilin yang ditaruh di sampingnya.

Di situlah, awal petaka terjadi. Api lilin langsung menyambar bensin yang dituangkan Wagimin ke botol-botol itu. “Wufff…api langsung membakar seisi rumah disertai ledakan. Istrinya yang tengah tiduran di kursi sofa tersambar api seketika,” jelasnya.

Di tengah rinai gerimis malam itu, Pasutri tersebut berteriak-teriak minta tolong. Warga yang mendengar langsung berhamburan dan memadamkan api yang tengah berkobar.

Langkah pertama yang dilakukan warga saat itu, kata Muhadi, ialah mengevakuasi Pasutri yang terbakar di dalam rumah. “Warga langsung meminta korban keluar bergulung-gulung di pasir depan rumah karena api membakar tubuh korban,” kata Muhadi.

Satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan warga dengan pasir yang menumpuk di depan rumah Wagimin. Beruntung, kedua orangtua Wagimin dan kedua anaknya yang berada di dalam rumah tak ikut menjadi korban. Salah satu putera Wagimin yang selamat, Muji Widodo, 17, pun tetap sekolah seperti biasanya hari itu. “Tapi, puteranya yang satu lagi masih shock,” paparnya.asa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…