Jumat, 25 Februari 2011 21:46 WIB Pendidikan Share :

Mahasiswa UNS rancang toilet portable

Solo (SOLOPOS.com)–Tiga mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Muhammad Yanuar Ardi, Kurnia Widiantoro dan M Bahtiar Arief, merancang toilet portable yang bisa dibongkar pasang. Karya toilet dengan bahan dasar beton daur ulang itu baru saja meraih predikat Juara II Holcim Innovation Hunt 2010 yang finalnya digelar 21-23 Februari lalu di Bandung.

Saat ditemui Espos di kantor Humas dan Kerja Sama UNS, Jumat (25/2), Yanuar menjelaskan jumlah tim yang mendaftar dalam lomba itu sebanyak 45 tim. Selanjutnya, disaring menjadi 12 tim dengan ide terbaik. Dari UNS, ada dua tim yang menjadi finalis.

“Salah satunya tim saya dan teman-teman yang dibimbing Dr (tech) Ir Sholihin As’ad MT. Kami melakukan inovasi dengan membuat toilet portable dengan bahan dasar beton daur ulang. Akhirnya kami bisa meraih juara II,” jelasnya.

Ide tersebut, kata Kurnia, berawal ketika mereka menjadi relawan gempa. Saat itu mereka melihat fenomena antrian kamar mandi yang sangat panjang. Hal ini lantaran tidak sebandingnya jumlah toilet yang tersedia, dibandingkan jumlah pengungsi. Jika di pengungsian itu harus dibuat toilet permanen, tentu membutuhkan waktu lama. Oleh karena itu, kemudian muncul ide pembuatan toilet portable, tapi dari bahan yang bisa mengurangi pencemaran lingkungan.

“Bahan dasarnya adalah beton daur ulang. Yaitu beton yang dibuat dari material limbah sisa bangunan atau dari bangunan runtuh akibat bencana alam. Penggunaan material limbah ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan,” terangnya.

Konsep toilet portable, ungkap Yanuar, yaitu toilet yang bisa dibongkar pasang dan bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah. Toilet yang dijual seharga Rp 1,5 juta/toilet ini juga memiliki keawetan tinggi karena terbuat dari bahan beton.

ewt

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…