Jumat, 25 Februari 2011 14:40 WIB News Share :

Korban kecelakaan maut di Temanggung bertambah jadi enam orang

Temanggung (Solopos.com)--Korban tewas tabrakan beruntun di Dusun Rujak, Desa Benjen, Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, bertambah menjadi enam orang. Seorang lagi korban tewas ditemukan di tengah-tengah gorong-gorong, bawah jembatan sungai Rujak.

Awalnya, petugas Satlantas Polres Temanggung di Puskesmas Bejen, RS Kristen Parakan dan RS PKU Muhammadiyah Temanggung, sudah mendata korban kecelakaan maut yang melibatkan tiga truk dan satu mobil ini. Namun, ada seseorang penumpang lagi yang belum ditemukan.

Setelah dilakukan pengecekan dan penelitian, korban keenam itu ditemukan tepat berada di tengah-tengah gorong-gorong bawah jembatan. Korban pertama kali ditemukan oleh Marsini, pemilik warung yang berada di sekitar jembatan sungai Rujak.

Saat ditemukan, posisi korban terlungkup dan tenggelam di bawah aliran sungai Dusun Rujak, Jumat (25/2/2011) sekitar pukul 03.35 WIB. “Saya waktu itu mau membuka warung untuk mulai berjualan dan memasak. Saat mau cuci perangkat masak menjelang subuh dan suasana menjadi agak terang, saya melihat kepala dan tangan nongol dibawah jemabatan di dalam air,” cerita Marsini.

Marsini kemudian memanggil warga untuk mengevakuasi jenazah dan selanjutnya langsung dilarikan ke RS Kristen Parakan, Temanggung.

Korban keenam itu adalah Biah ,32, penumpang minibus L300 bernopol H 8437 CC yang terlempar ke sungai. Biah juga merupakan warga Desa Getas Blawong, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Adapun nama-nama korban tewas selain Biah adalah Wasini ,52, Nurijati ,27, Musyaroh ,42, Sumiyatun ,23, dan Abdul Rozak ,9. Sedangkan korban luka yaitu Rumiyati, Tukilah, Warsini, Suprapto, Karminah, Munah, Yuni dan Akomadin.

Seluruh korban adalah penumpang minibus yang dikemudikan Akomadin ,44. Mereka adalah Warga Desa Getas Blawong, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal yang akan pulang dari menghadiri acara resepsi pernikahan di Wonosobo, Jawa Tengah.

(dtc/tiw)

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…