Jumat, 25 Februari 2011 07:12 WIB Issue Share :

Keperawanan tergadai karena balas budi

Lagu lawas Que Sera Sera terdengar merdu seiring dengan kemunculan sesosok laki-laki di atas panggung. Lelaki berambut pirang itu tiba-tiba bercerita tentang perjumpaannya dengan seorang bernama Erin. Pertemuannya dengan si gadis bernama Erin sangat membekas dalam ingatannya.

Lelaki itu pun bermonolog tentang Erin dan Angin Petakanya. Erin adalah seorang gadis berumur 14 tahun. Ia berasal dari keluarga yang kaya raya. Akan tetapi, karena ulah si gadis remaja itu rumah mewah beserta harta bendanya luluh lantah oleh api.

Sang nenek merasa dendam sang cucu yang telah menghanguskan harta benda. Si nenek pun lalu menyeret Erin dalam pelacuran. Kegadisannya ia tawarkan pada orang-orang dengan harga tinggi. Ini sang nenek lakukan supaya Erin menebus dosanya.

Keperawanannya hilang dengan harga Rp 1 juta. Kejadian yang menghancurkan hidup Erin tak berhenti pada satu lelaki saja. Sang nenek menghadirkan neraka berupa lelaki-lelaki hidung belang yang tak terhitung lagi jumlahnya.

Cerita tentang Erin dan Angin Petakanya karya Gabriel Marquez yang diadaptasi oleh Candy ini ditampilkan dalam pentas monolog oleh Teater Sopo, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  (FISIP) UNS.

Pentas monolog Erin dan Angin Petakanya yang disutradarai oleh Sari Wuryani di area FISIP UNS pada Kamis (24/2) malam.
Si nenek akhirnya mati di tangan sang narator. Ia menusuk nenek Erin dengan tiga kali tusukan. Sementara Erin kabur begitu saja setelah mengetahui sang nenek tewas.

“Cerita ini tentang ketertindasan seorang perempuan. Naskah aslinya berlatar suku Indian tetapi saya tidak terlalu memberikan secara spesifik peristiwa itu terjadi,” papar sang Sutradara, Sari Wuryani saat ditemui SOLOPOS.com, Kamis malam.

Erin dan Angin Petakanya merupakan satu dari enam repertoar yang ditampilkan dalam acara Teater Sopo bertajuk Bikin-bikin  XVII. Pementasan enam repertoar ini digelar di area FISIP UNS pada Selasa-Kamis (22-24/2).

m90

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…