Jumat, 25 Februari 2011 01:56 WIB Sragen Share :

Jalan Solo-Purwodadi butuh perbaikan

Sragen (Solopos.com)–Jalan Solo-Purwodadi lintas Kalijambe, Gemolong dan Sumberlawang di lokasi tertentu rusak berat sejak satu tahun terakhir. Kerusakan dinilai semakin parah dari hari ke hari.

Berdasarkan pantauan Espos di lokasi, Kamis (24/2/2011), kerusakan jalan terjadi di lokasi tertentu di jalur Kalijambe-Gemolong-Sumberlawang. Kerusakan yang dinilai paling parah berada di titik wilayah Kalijambe, yakni di lintas Kalioso, Jetis dan Banaran.

Berdasar pengamatan dari Kalijambe hingga Sumberlawang, kerusakan jalan paling banyak terdapat di lajur kiri dari arah Solo. Pada lajur itu, banyak ditemukan jalan berlubang dengan kedalaman dan diameter yang bervariasi. Kedalaman lubang jalan mencapai 5 cm-20 cm dengan diameter 50 cm-1 meter.

Kerusakan diperparah saat lubang jalan terkena air hujan. Air membuat jalan semakin terkikis dan lubang jalan semakin dalam dan meluas. Selain itu, air yang menggenangi lubang jalan membuat pengguna jalan sering terperosok ke dalam lubang. Pengguna jalan, terutama pengendara motor, harus bersusah payah menghindari lubang jalan.

Menurut Eni Dwi Astuti, 26, warga Jetis RT 7, Kalijambe, saat ditemui Espos, Kamis, mengatakan kerusakan jalan terjadi sejak sekitar satu tahun lalu, terutama pada saat musim hujan. Menurutnya, kerusakan jalan sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas (Lakalantas), terutama menimpa pengendara motor.

Pengendara motor yang kehilangan kendali akibat motor yang ditumpanginya terperosok ke dalam lubang, sering terjatuh. Lakalantas semakin sering terjadi pada saat hujan atau setelah hujan datang. Dapat dipastikan lubang jalan akan tertutup air, sehingga pengguna jalan tidak mengetahui titik keberadaan kerusakan jalan.

“Korban Lakalantas kebanyakan dari pengendara motor yang belum mengetahui lokasi kerusakan jalan. Meskipun belum ada korban jiwa, saya menilai kerusakan jalan itu sangat membahayakan pengguna jalan,” terangnya.

Selama ini, lanjunya, petugas hanya menimbun lubang jalan dengan pasir atau bebatuan. Hal itu dinilainya tidak efektif. Pasalnya, penimbunan itu tidak bertahan lama. Ditemui terpisah, Camat Kalijambe, Samsuri, menyampaikan pihaknya telah menerima laporan tentang kerusakan jalan di sekitar wilayah jalan lintas Kalijambe itu. Namun, karena jalan tersebut merupakan wilayah tanggung jawab Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, ia hanya dapat mengoordinasikan laporan itu kepada dinas terkait.

Sementara itu, Pengamat Jalan dan Jembatan Gemolong Balai Pelaksana Teknis Dina Marga Wilayah Purwodadi Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, Sumardi, mengungkapkan kerusakan jalan itu menjadi tanggung jawab kontraktor yang menjadi mitra dinas dalam upaya perawatan jalan Solo-Purwodadi. Karena, sambungnya, kontraktor masih menanggung masa pemeliharaan yang sudah disepakati hingga April mendatang. Kendati demikian, pihaknya selalu melaksanakan perawatan jalan dengan menimbun seluruh lubang jalan di wilayah Solo-Gemolong-Geyer dengan menggunakan pasir sirtu.

(m93)

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…