Jumat, 25 Februari 2011 22:34 WIB Karanganyar Share :

Handoko segera ajukan PK

Karanganyar (SOLOPOS.com)--Terpidana kasus dugaan korupsi Griya Lawu Asri (GLA) Handoko Mulyono segera mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung.

Putusan vonis yang dijatuhkan terhadap Dewan Pengawas KSU Sejahtera Tony Haryono bakal dijadikan dasar dan pijakan memori PK. Demikian disampaikan penasihat hukum Handoko Mulyono, Yuri Warmanto ketika dihubungi SOLOPOS.com Jumat (25/2).

Yuri menilai putusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis lima tahun 10 bulan penjara terhadap Tony Haryono sangatlah tidak adil dan terlalu ringan. Mestinya, dia menambahkan, melihat peranan Tony Haryono yang besar dalam persoalan skandal GLA, putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim dua kali lipat dari Handoko Mulyono.

“Namun yang terjadi Tony hanya divonis 5 tahun 10 bulan. Inilah salah satunya yang akan kami jadikan yuridis argumentasi memori PK,” tegas Yuri.

Yuri menyebutkan kliennya dituding menggunakan dana Rp 370 juta di mana pada dasarnya dana-dana tersebut tidak digunakan secara pribadi untuk kepentingan Handoko namun justru mengalir ke berbagai pihak berdasarkan perintah Tony Haryono. Majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap Handoko Mulyono empat tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Apalagi pada saat itu terjadi dissenting opinion dalam menetapkan putusan hukuman.

isw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…