Jumat, 25 Februari 2011 17:05 WIB Solo Share :

Calon jajaran direksi dan Dewas TSTJ batal diwawancarai Walikota

Solo (Solopos.com)--Calon pejabat direksi dan dewan pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah (Perusda) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo batal diwawancara langsung oleh Walikota Solo, Joko Widodo dan Wakil Walikota (Wawali) Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Tes wawancara tahap kedua yang harus dilalui enam calon pejabat direksi dan lima calon Dewas TSTJ tersebut akhirnya dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Suharto, pada Jumat (25/2/2011). Sekda menjelaskan batalnya wawancara langsung para calon direksi dan Dewas TSTJ dengan Walikota dan Wawali itu, disebabkan masih padatnya agenda kerja Walikota dan Wawali.

“Sampai hari ini agenda kerja baik Walikota maupun Wawali memang sangat padat, sehingga beliau-beliau (Walikota dan Wawali-red) menyerahkan tugas ini kepada saya. Tapi keputusan akhir nanti tetap Walikota dan Wawali yang mengambil,” ungkap Sekda ketika ditemui wartawan di Balaikota Solo, Jumat.

Sekda menilai masing-masing calon yang telah dinyatakan lolos dalam tes tertulis dan wawancara oleh Tim Independen rata-rata bagus. Melalui tes wawancara tahap kedua tersebut, dijelaskan dia, pihaknya hanya ingin melihat persamaan persepsi antara para calon dengan Pemkot. Harapannya, baik Pemkot maupun jajaran direksi dan Dewas yang akan terpilih nanti akan memiliki pandangan yang sama, satu visi dan misi untuk memajukan dan mengembangkan TSTJ ke depannya menjadi lebih baik.

Ditemui terpisah, Walikota membenarkan pihaknya tidak dapat secara langsung mewawancarai para calon direksi dan Dewas TSTJ tersebut. Namun hal itu menurut dia tidak menjadi persoalan. “Kasihan juga kalau mereka harus menunggu karena harus mencocokkan dengan agenda saya dan Wawali, jadi saya menugaskan Sekda yang mewawancarai mereka. Sementara keputusannya, dipastikan dalam waktu dekat, secepatnya,” tegas Walikota.

(sry)

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…