Kamis, 24 Februari 2011 08:00 WIB News Share :

Suryadharma
PPP konsisten pertahankan asas Islam

Pekanbaru (Solopos.com) – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali mengakui, banyak pihak yang menginginkan partainya menanggalkan Islam sebagai asas partai. Namun Suryadharma mengakui pandangan Islam tidak mungkin dihapus dari partainya.

“Islam tetap menjadi pegangan PPP, meski banyak pandangan yang menginginkan PPP menanggalkan Islam sebagai asas partai,” ujarnya sesaat sebelum membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP VI Riau di Pekanbaru, Rabu (23/2/2011).

Dia menegaskan partai berlambang Kabah itu tidak akan goyah dengan berbagai pandangan pengamat dan lembaga survei, yang menyatakan partai yang berasaskan agama tidak akan dipilih dalam Pemilu 2014.

Pandangan itu menurutnya sesat. Jika terjadi penurunan perolehan suara PPP di pemilu 2009, karena pemimpin partai yang didominasi warna hijau tua itu belum mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan.

Dengan sikap konsisten itu, puluhan kyai dari pimpinan pondok pesantren di Jawa Timur (Jatim) telah beralih ke PPP, dan langkah itu diikuti kiai dari pondok pesantren di Jawa Tengah, Jawa Barat dan provinsi lain.

“Karena itu saya katakan, jangan tinggalkan Islam jika ingin berdemokrasi, sebab ada yang meninggalkan Islam hanya ingin bergaul di tatanan internasional, padahal Islam telah mengatur berbagai perbedaan itu, baik agama, suku bangsa dan seterusnya,” jelasnya.

Suryadharma Ali berharap PPP ke depan bisa menjadi partai dakwah yang berperan mengisi kekosongan informasi Agama Islam di tengah masyarakat dan bersama menuju kondisi beragama yang lebih baik lagi.

“Berkembangnya aliran sesat di tengah masyarakat dewasa ini karena adanya kekosongan informasi soal ajaran Islam. Oleh sebab itu, kita harus bisa mengambil peranan itu dengan jadi partai dakwah,” jelasnya.

Melalui kebijakan partai itu, Suryadharma berharap PPP di Riau bisa berkembang dengan meraih simpati 89% dari 5,5 juta jiwa penduduk di provinsi itu untuk meningkatkan perolehan suara Pemilu 2014.

Sementara itu, Ketua PPP Riau, H. Rusli Effendi, dalam sambutannya menyatakan pada Pemilu legislatif 2009, raihan suara partai berlambang Kabah itu mengalami penurunan dibandingkan dengan Pemilu 2004.

“Pemilu 2009, suara PPP di Riau turun ditandai dengan berkurangnya perolehan kursi legislatif di DPRD Provinsi Riau dari tujuh menjadi enam kursi, kemudian DPRD kabupaten/kota dari 55 jadi 45 kursi,” jelasnya.

Sebelumnya, Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar, mengaku tertarik dengan PPP bukan karena kepentingan politik pribadi, tetapi karena PPP memiliki komitmen mengembangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah secara politik.

(Inilah.com/try)

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…