Kamis, 24 Februari 2011 15:06 WIB Sport Share :

Pendukung Nurdin bagi-bagi duit Rp 50 ribu

Jakarta (Solopos.com) – Para pendemo pendukung Nurdin Halid merasa tertipu. Pendemo yang didominasi anak anak sekolahan tersebut mengaku tak tahu menahu kalau mereka diajak untuk berdemo mendukung Nurdin.
“Diajaknya sih tadi demo nurunin Nurdin. Di sini malah untuk menghalangi suporter lain masuk stadion. Ini nyuruh kita bentrok,” ujar Andri salah seorang bocah asal Jakarta Utara yang diajak demo.

Senada dengan Andri, teman temannya mengamini kalau mereka mendapatkan uang sebesar Rp 50 ribu buat demo. “Dari Jakarta Utara tadi naik 15 bus metromini,” ujarnya seraya mengatakan uang tersebut, lumayan untuk main warnet dan membeli chit game buat modal.

Situasi di dalam Stadion Gelora Bung Karno, tepatnya di depan Kantor PSSI yang tadinya dikuasai massa yang pro PSSI sekarang berangsur meninggalkan kawasan Gelora Bung Karno.

Sementara pengunjuk rasa berkaos merah yang mendesak Nurdin mundur, pindah ke Kementrian Pemuda dan Olahraga. “Saya gak tau bang, kalau di sini buat dukung Nurdin. Tadinya saya kira buat nurunin Nurdin. Tapi lumayan duitnya,” ujar Agun bocah 15 tahun yang ikut demo. (Tempointeraktif.com)

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…