Rabu, 23 Februari 2011 13:40 WIB News Share :

Terkait angket mafia pajak, PKS tolak tinggalkan koalisi

Jakarta (Solopos.com) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan tidak akan keluar dari koalisi. PKS meyakini Ketua Koalisi Presiden SBY masih mengharapkan keberadaannya di koalisi.

“Ini demokrasi dan ini pilihan kita, nggak ada kaitannya tentang Setgab. Kita hanya ingin menuntaskan kasus mafia pajak,” ujar Sekjen PKS, Anis Matta, menjelaskan sikap PKS terkait angket mafia pajak kepada wartawan di Gedung DPR di Jakarta, Rabu (23/2).

Anis menuturkan, perbedaan pendapat di koalisi adalah hal yang wajar. Anis menilai ancaman evaluasi koalisi yang dihembuskan sejumlah partai koalisi tidak pada tempatnya. “Buktinya Pak SBY belum pernah mengatakan itu,” tutur Anis percaya diri.

Namun Anis menganggap wajar adanya kritik dari partai koalisi yang menolak angket mafia pajak. “Ancam-mengancam hal biasa,” paparnya.

Hal senada disampaikan Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq. Mahfudz mengaku tidak menyesalkan kekalahan PKS di usulan angket mafia pajak. “Ini biasa saja dalam demokrasi. Kita hanya menjalankan tugas legislasi untuk menuntaskan kasus mafia pajak,” papar Mahfudz.

Mahfudz menuturkan PKS siap dengan segala konsekuensi atas sikap yang diambil atas angket mafia pajak. “Kita santai saja namanya memegang amanah. Bagi PKS ini adalah tugas yang diatur dalam UU untuk menjalankan konstitusi,” terangnya.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…