Rabu, 23 Februari 2011 07:46 WIB Hukum Share :

Remaja dicabuli dan dijual ke bali Rp 400 ribu

Surabaya (Solopos.com) – Polrestabes Surabaya mengamankan tiga tersangka penjual remaja yang masih berusia 15 tahun.

Kasubnit Vice Control Iwan Hari P SH menjelaskan tiga orang yang ditangkap adalah Anas Nutrisnah Sudjatmoko, 17, tinggal di Giria Sidoarjo, Jamalludin, 28, warga Sidokare, Sidoarjo dan Yuando Hermanto alias Papi Edo, 42, warga Sidotopo.

“Tersangka dibekuk di penginapan di jalan sidokumpul. Saat itu mereka akan berangkat ke Bali dengan bus di Bungurasih,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Anom Widodo, Selasa (22/2).

Disana petugas mendapatkan gadis dibawa umur DV, 15, RL, 17, Anas, 17 serta JM dan Papi. Ketiga gadis itu akan dibawa ke Kuta, Bali untuk dipekerjakan di cafe Princess.

Terkuaknya kasus ini bermula ketika saat Jamaludin, guru SMA di kawasan Kenjeran menyuruh Anas mencarikan teman sekolahnya untuk diajak tidur. Anas mantan murid Jamaludin.

Anas kemudian menghubungi DV yang berstatus pelajar SMK dan sedang mengalami masalah dengan keluarganya akhirnya mau diajak.

Mereka kemudian bersepakat bertemu di Hotel Candra kamar 15 di jalan Kapas Krampung dengan harga Rp 400 ribu. Jamaludin melampiaskan nafsunya.

Sampai di kamar DV meminta imbalan 1 juta, karena berat turun 750 ribu, tapi JM masih tidak sanggup akhirnya terjadi kesepakatan 400 ribu. AN mendapatkan bagian 150 ribu. “Barang bukti yang diamankan petugasa saat ada di Sidokumpul berupa KTP dan Kartu pelajar, 4 HP dan uang 400 ribu,” kata Anom.

Ditambahkan KTP tersebut digunakan untuk menyakinkan Papi kalau gadis yang akan dibawa ke Bali itu benar-benar masih dibawah 19 tahun.

Inilah.com/try

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…