Rabu, 23 Februari 2011 22:59 WIB Karanganyar Share :

Rekahan baru muncul di 3 desa

Karanganyar (Espos)–Bencana tanah longsor kembali mengancam warga tiga desa yang tersebar di tiga kecamatan. Hal ini menyusul munculnya rekahan baru serta bertambah luasnya rekahan yang ada di wilayah itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Aji Pratama Heru K kepada wartawan belum lama ini menyebutkan ketiga wilayah yang kini diawasi secara ketat di antaranya Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo; Desa Koripan, Kecamatan Matesih dan Dusun Guyon,  Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu. Menurut Heru, sejak diguyur hujan deras dalam beberapa pekan terakhir, muncul rekahan baru yang kian mengancam keberadaan warga di sekitar lokasi tersebut.

“Fokus kami sekarang ke sana (tiga wilayah-red) itu dulu. Karena longsor kian mengancam warga di sekitar sana,” tuturnya.

Heru mengatakan ada puluhan kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitar lokasi bencana rawan longsor tersebut. Dia mengatakan telah meminta aparat desa setempat untuk gencar melakukan sosialisasi dan pengawasan lokasi-lokasi rawan bencana longsor. Terlebih lagi, dia mengatakan dengan semakin tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Bumi Intanpari dalam sepekan terakhir ini.

“Potensi longsor kian meningkat. Karena itu pengawasan di tiga daerah ini terus kami tingkatkan,” katanya.

isw

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…