Rabu, 23 Februari 2011 08:02 WIB News Share :

'Pernyataan Jamdatun soal susu berbakteri memalukan'

Jakarta (Solopos.com) – Pernyataan Jamdatun Kamal Sofyan soal novum sebagai dasar pengajukan PK gugatan susu formula berbakteri dinilai memalukan. Sebelumnya Kamal berpendapat penggugat David Tobing sebenarnya tidak memiliki kapasitas melakukan gugatan karena yang meminum susu formula tersebut adalah anaknya.

“Itu pernyataan memalukan dari seorang jaksa agung muda. Kapasitas saya dipertanyakan. Padahal sudah jelas legal standing saya sebagai orang tua dari anak. Apakah anak tiga tahun disuruh melakukan gugatan sendiri,” kata David Tobing saat dihubungi, Rabu (23/2).

Sebaliknya, David mempertanyakan kapasitas Jamdatun atas pernyataannya itu. “Saya sangat prihatin dengan kapasitas jaksa,” kata pengacara publik ini.

David juga mempertanyakan pernyataan Kamal yang mengutip pendapat Kemenkes bahwa bakteri Enterobacter Sakazakii tersebut akan mati jika berada dalam air bersuhu 70 derajat Celcius.

“Kalau 70 derajat, bukan hanya bakteri yang mati, tapi semua zat yang berguna juga bisa mati. Penggunaan air untuk susu formula itu maksimal 40-45 derajat. Kalau tidak, seluruh vitamin akan mati,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyatakan sedang menunggu surat kuasa khusus dari Kementerian Kesehatan untuk mengajukan peninjauan kembali atas putusan MA yang memerintahkan pihaknya, IPB, dan BPOM membuka merek-merek susu yang mengandung bakteri. Kejagung akan menggunakan novum legal standing penggugat jadi dasar pengajuan PK.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…