Rabu, 23 Februari 2011 08:19 WIB News Share :

Jika tak antikritik, SBY didesak tegur Dipo Alam

Jakarta (Solopos.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak menegur Sekretaris Kabinet, Dipo Alam, terkait wacana pemboikotan media yang menjelekkan pemerintah. Jika tidak dilakukan, hal itu akan menimbulkan kesan kalau Presiden memang antikritik.

“SBY harus tegur Dipo. Kalau tidak ada teguran itu lah keinginan SBY. Lama-lama ada kesan bahwa SBY ini memang makin anti terhadap kritik, cenderung antidemokrasi,” ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, Selasa (22/2).

Bentuk teguran terhadap Dipo kata Ray, harus dilakukan oleh SBY secara terbuka. SBY harus memberi penjelasan kepada publik, apa yang dilakukan Dipo adalah pernyataan keliru. “SBY harus jelaskan sudah beri teguran, meminta agar berbicara lebih sopan,” katanya.

Ray pun menyarankan agar media membuat pernyataan secara terbuka, meminta agar Dipo mencabut pernyataannya. Media juga harus lebih sensitif terhadap penguasa yang bereaksi berlebihan terhadap kritik.

“Mulai dari ajakan jangan dibaca, tak diberi iklan, lalu dibawa ke pengadilan dan dibredel. Sekecil apapun otoritarianisme harus dilawan!”

Menurut Ray, jika keberatan pemberitaan media, Dipo harus mengikuti mekanisme yang ada, yaitu mengadu ke Dewan Pers. “Keberatan pemberitaan bisa ke Dewan Pers. Kenapa tidak seperti itu,” sesal Ray.

Bahkan Ray menangkap ada kesan SBY memang anti terhadap kritik. Ray menduga pernyataan Dipo memang sudah diamini oleh SBY.

“Saya tidak yakin, apa yang dilakukan Dipo hanya semata-mata dirinya sendiri tanpa ada semacam sinyal dari Pak SBY,” tandasnya.

dtc/try

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…