Rabu, 23 Februari 2011 21:26 WIB Sport Share :

"Garuda Muda" dibekuk Turkmenistan 3-1

Palembang –– Tim nasional Indonesia menelan kekalahan 1-3 dari Turkmenistan di leg pertama Pra-Olimpiade. Kekalahan ini akan menyulitkan ‘Garuda Muda’ untuk lolos ke babak berikutnya.

Bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu (23/2), Indonesia mendapatkan peluang di menit-menit awal lewat Titus Bonai. Berawal dari kesalahan kiper Turkmenistan dalam menepis bola, bola membentur tiang dan jatuh ke kaki Bonai. Namun sepakan striker Persipura Jayapura itu masih terlalu lemah dan bisa diblok oleh bek lawan.

Usaha Yongki Aribowo di menit ke-12 belum membuahkan hasil. Tendangannya dari luar kotak penalti masih terlalu lemah dan mudah saja diamankan oleh kiper Turkmenistan.

Dua menit kemudian, Indonesia akhirnya mencetak gol pembuka. Tendangan bebas mendatar Oktovianus Maniani dibelokkan dengan tumit oleh Bonai dan mengecoh kiper lawan.

Tim tamu cuma butuh waktu tiga menit untuk menyamakan skor. Tendangan bebas di muka kotak penalti Indonesia berhasil dieksekusi dengan baik oleh Arslanmyrat Amanov. Meski tak terlalu kencang, sepakannya mampu menipu Kurnia Meiga.

Usaha Egi Melgiansyah di menit ke-40 belum mampu mengubah keadaan. Tendangannya dari luar kotak penalti terlalu lemah dan melebar. Skor 1-1 berakhir hingga turun minum.

Turkmenistan mencoba menekan sejak awal babak kedua. Sebuah sundulan Soyunov Shohrat masih terlalu lemah dan bisa diamankan oleh Kurnia Meiga.

Dua menit berikutnya, giliran Tagayev Elman yang membuang peluang. Sebuah sepakannya dari dalam kotak penalti juga masih lemah dan tepat mengarah ke pelukan Meiga.

‘Garuda Muda’ mencoba membalas lewat kerja sama Okto-Yongki. Umpan matang Okto dari sisi kiri berhasil disontek oleh Yongki, namun bola masih bisa diblok dengan kaki oleh Geldiyev Batyr yang mengawal gawang Turkmenistan.

Hendro Siswanto memperoleh peluang matang beberapa menit kemudian. Namun sepakan keras pemain Persela Lamongan ini berhasil diblok dengan gemilang oleh Batyr.

Di menit ke-65, peluang yang didapat Dendi Santoso belum membuahkan gol. Tendangannya dari luar kotak penalti bisa diblok bek lawan dan hanya bergulir lemah ke arah Batyr.

Soyunov Shohrat memaksa Meiga bekerja keras di menit ke-78. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti membuat kiper Arema Indonesia itu terbang untuk menyelamatkan gawangnya.

Dua menit kemudian, bencana untuk Garuda Muda datang. Sebuah penetrasi Vahyt di kotak penalti diakhiri dengan umpan matang ke muka gawang. Boliyan Aleksandr yang tak terkawal dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang.

Empat menit jelang bubaran, Turkmenistan unggul 3-1 lewat gol cantik Vahyt. Menerima umpan di dalam kotak penalti, pemain bernomor punggung 11 itu membalikkan badan dan melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di pojok kiri atas gawang Meiga.

Gunawan Dwi Cahyo punya peluang untuk memperkecil ketertinggalan di masa injury time. Namun tendangan bebasnya masih melebar. Skor 1-3 bertahan hingga laga berakhir.

Kekalahan ini membuat peluang ‘Garuda Muda’ untuk melaju ke babak berikutnya menipis. Pasalnya, di leg kedua, mereka harus bertandang ke kandang Turkmenistan pada 9 Maret.

Susunan pemain:
Indonesia: Kurnia Meiga; Safri Umri, Septia Hadi, Gunawan Dwi Cahyo, Johan Ahmad Farizi (Dias Angga Putra 56′); Egi Melgiansyah, Hendro Siswanto, Dendi Santoso, Oktovianus Maniani; Titus Bonai, Yongki Aribowo (Rishadi 68′)

Turkmenistan: Geldiyev Batyr; Komekov Hemayat, Soyunov Shohrat, Atayev Ahmet, Annaorazov Serdar; Durdiyev Didar, Amanov Arslanmyrat, Tagayev Elman, Astanov Umidjan; Boliyan Aleksandr, Vahyt.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…