Selasa, 22 Februari 2011 11:19 WIB Kesehatan Share :

Tinggal selangkah lagi kebotakan bisa diobati

Jakarta (Solopos.com) – Para pria yang punya masalah kebotakan kini tak perlu pusing-pusing memikirkan ramuan penumbuh rambut yang aman dan manjur. Tinggal selangkah lagi, para ahli akan segera membuktikan kemanjuran obat baru untuk mengatasi masalah tersebut.

Peneliti dari University of California Los Angeles (UCLA) mengungkap ada harapan besar untuk dapat menumbuhkan kembali rambut yang menipis. Eksperimen pada tikus menunjukkan hasil positif, kini tinggal menunggu persiapan uji klinis membuktikan keamanannya pada manusia.

Obat yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah Astressin-B, sejenis obat antistres yang bekerja menghambat pemicu stres yakni Corticotropin Releasing Factor (CFR). Penghambatan CFR dengan obat ini mampu mengurangi stres dan secara efektif mampu menumbuhkan kembali sel-sel rambut.

Menurut para peneliti, kerontokan rambut yang merupakan pemicu kebotakan terjadi karena peningkatan kadar CRF. Dengan pemberian Astressin-B secara teratur selama 5 hari berturut-turut, rambut akan segera tumbuh dan efeknya akan bertahan hingga 4 bulan berikutnya.

Dalam uji preklinis yang hasilnya telah dipublikasikan di jurnal PLoS One, peneliti sukses membuktikan kemanjuran obat pada sekelompok tikus yang dimodifikasi secara genetik. Tikus-tikus itu dibuat agar memproduksi CRF berlebih sehingga mengalami kebotakan atau alopecia.

“Temuan ini cukup mengejutkan, sebab ternyata pemberian dalam durasi singkat mampu memberikan efek jangka panjang,” ungkap salah satu peneliti, Million Mulugeta seperti dikutip dari AFP, Selasa (22/2).

Meski begitu, obat baru yang cukup menjanjikan ini sepertinya belum akan dipasarkan sebagai obat antibotak dalam waktu dekat. Peneliti yang lain, Yvette Tache mengatakan bahwa proses untuk menyiapkan uji klinis pada manusia membutuhkan waktu paling cepat 5 tahun.

dtc/try

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…