Selasa, 22 Februari 2011 05:59 WIB Sport Share :

Tersebar, ajakan berantai untuk duduki Kantor PSSI

Jakarta (Solopos.com)– Secara berantai, beredar ajakan untuk menduduki kantor PSSI, Selasa (22/2/2011). Aksi bertajuk Revolusi Merah Putih itu bertujuan untuk menurunkan sejumlah petinggi PSSI.

Ajakan tersebut beredar luas dalam beberapa hari terakhir lewat media pesan pendek, baik SMS maupun BlackBerry Messenger (BBM). Tidak jelas siapa pengirim pertama pesan berantai tersebut.

“Undangan Terbuka “REVOLUSI MERAH-PUTIH”: Datang dengan kaos timnas sepakbola Indonesia, kaos/polo-shirt/kemeja warna merah atau warna putih ke kantor PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta mulai Selasa 22/2 sampai Nurdin Halid-Nirwan D. Bakrie-Nugraha Besus cs. turun dari kepemimpinan PSSI!” tulis pesan yang juga diterima Solopos.com tersebut.

Hal ini niscaya turut bertalian dengan kian dekatnya Kongres PSSI, di mana Komite Pemilihan hanya meloloskan nama Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie untuk posisi ketua umum. Hal itu  mengindikasikan bakal bertahannya “kekuatan lama” di tubuh PSSI.

Selain beredar via pesan pendek, media internet ikut memunculkan undangan terbuka itu. Sebuah situs komunitas ternama di Indonesia, misalnya, yang juga sudah memuat ajakan itu sedari Senin (21/2/2011) siang WIB.

Situs resmi klub Persibo Bojonegoro, yang pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) dari Indonesia Super League (ISL), pun ikut memasang ajakan tersebut.

“Ingin jadi bagian revolusi sepakbola Indonesia? Bagi rekan-rekan Boromania yang masih di Bojonegoro dan ingin menyusul Boromania lain yang sudah berangkat menuju kota Jakarta untuk mengikuti aksi demo suporter ‘Revolusi Merah-Putih’ di Senayan. Besok bisa langsung datang ke Stadion Letjend Soedirman, sudah disediakan 5 bus yang direncanakan berangkat Pkl. 13.00 WIB,” tulis sebuah laman di situs Persibo.

Sebelumnya, sekitar 200-an Boromania, sebutan untuk pendukung Persibo, memang sudah bertolak ke Ibukota. detikcom

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…