Selasa, 22 Februari 2011 11:20 WIB News Share :

Suryopratomo
Metro TV tak pernah tebar kebencian

Jakarta (Solopos.com) – Metro TV prihatin atas statemen Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Metro TV menegaskan pihaknya selalu bekerja berdasarkan kaidah jurnalistik, melakukan cek dan ricek berdasarkan fakta.

“Metro TV tidak pernah menebarkan kebencian, selalu menerapkan kaidah-kaidah jurnalistik, cek dan ricek dengan keberimbangan,” kata Pimpinan Redaksi Metro TV Suryopratomo, Selasa (22/2).

Dia menjelaskan, media berkerja dengan prinsip menjaga kredibilitas. Kalau tidak bisa menjaga kredibilitas akan ditinggalkan pemirsanya.

“Kami mendudukkan perkara pada proporsinya, tidak ada sedikit pun berdasar pada kebencian, bekerja secara obyektif berdasarkan realita lapangan,” terang pria yang akrab disapa Tommy ini.

Tommy juga prihatin atas pernyataan Dipo Alam yang akan melakukan boikot pada media. Di era kebebasan pers seperti ini, pernyataan itu menunjukkan kekuasaan yang refresif. “Pernyataan ini tidak ada bedanya dengan pembredelan. Padahal pemerintahan ini dikenal dengan kebebasan pers, ini menjadi keprihatinan nasional. Padahal dalam retreat, Presiden menyatakan tidak berjalannya pembangunan pemerintah karena disebabkan birokrasi di pusat dan daerah yang menghambat. Jelas itu bukan karena pers,” tutupnya.

Sebelumnya Dipo Alam menyebut tiga media massa yakni Metro TV, TV One dan Media Indonesia, menyebarkan kebencian kepada pemerintah. Mengkritik boleh saja, namun jangan sampai menyebarkan kebencian.

“Metro TV sama TV One. Saya lihat itu waktu saya di Kupang. (Media) Cetaknya yang sesuai dengan yang punyanya TV juga, ha ha ha ha,” ujar Mensesneg Dipo Alam di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/2), ketika ditanya soal media apa saja yang terus menjelekkan pemerintah.

dtc/try

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…