Selasa, 22 Februari 2011 09:58 WIB Ekonomi Share :

Masuk pengawasan khusus, 20 BPR terancam dilikuidasi

Jakarta (Solopos.com) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menerima laporan Bank Indonesia (BI) tentang Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang masuk kedalam pengawasan khusus. LPS mencatat sebanyak 20 BPR terancam di likuidasi.

Hal itu diungkapkan Kepala LPS Firdaus Djaelani di Jakarta, Selasa (22/2). “Sejauh ini tidak ada Bank Umum yang masuk Special Surveilance Unit (SSU) atau dalam pengawasan khusus. Tetapi untuk BPR ada sekitar 15-20 BPR,” ujar Firdaus.

Menurut Firdaus, BPR tersebut mempunyai rasio kecukupan modal (CAR) berada dibawah 8% sehingga masuk SSU dan dilaporkan kepada LPS oleh BI. LPS, lanjut Firdaus akan menindaklanjuti dan bersiap apakah akan melikuidasi atau menyelamatkan BPR tersebut.

Namun, sambung Firdaus, bukan hal yang luar biasa BPR yang masuk pengawasan khusus mencapai sebanyak itu. “Itu hal yang biasa, memang angka sebanyak 20 BPR itu normal. Karena mereka keluar masuk pengawasan, belum tentu yang masuk SSU itu akan dilikuidasi semua biasanya banyak yang sembuh,” papar Firdaus.

LPS sendiri telah membayarkan klaim likuidasi bank sebesar Rp 585 miliar hingga akhir Desember 2010. Pembayaran klaim itu mencakup likuidasi 31 bank, terdiri dari satu bank umum dan 30 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang telah dilikuidasi selam 5 tahun terakhir.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…