Selasa, 22 Februari 2011 14:34 WIB News Share :

Gerindra dan PPP tolak angket mafia pajak

Jakarta (Solopos.com) – Perdebatan pembentukan Angket Mafia Pajak masih berlangsung di sidang paripurna DPR. Kekuatan pendukung dan penolak angket ini masih imbang. Bahkan, dua partai politik yang menjadi kunci kelanjutan angket ini, yaitu PPP dan Gerindra, kini satu suara. Kedua parpol itu menolak pembentukan angket tersebut.

“Tidak jelas apa yang diselidiki, karena itu dalam pandangan fraksi  kami menilai angket ini lebih kepada panggung politik dan sebaiknya enerji dan kewenangan kita digunakan sepenuhnya untuk menuntaskan mafia pajak kepada aparat penegak hukum dan mendorong aparat penegak hukum untuk menuntaskan,” ujar Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR, Ahmad Muzani, pada sidang paripurna DPR, Jakarta, Selasa (22/2).

Muzani lalu menegaskan sikap politik Gerindra. Gerindra tidak akan menyetujui kelanjutan angket mafia pajak. “Fraksi Gerindra meminta persoalan angket mafia pajak tidak perlu dilanjutkan,” tegasnya.

Fraksi PPP juga mengajak semua fraksi di DPR untuk tidak terjebak politisasi kasus mafia pajak. PPP berharap semua anggota DPR memahami kepentingan politik di balik Angket Mafia Pajak.

“Tidak elok kita terjebak dalam politisasi. Karena itu perlunya standing point partai masing-masing dalam hal ini. Kami memahami keinginan politik Golkar yang memang berkepentingan dalam pengusutan angket,” ujar Wasekjen PPP, M Romahurmuzy. Hingga pukul 15.07 WIB, sidang masih berlangsung. Sejumlah anggota DPR masih melakukan interupsi.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…